Hai sahabat steemians jumpa lagi, di pagi yang cerah ini gue pengen kasih kabar terbaru nih tentang sebuah museum yang katanya nih bakal dijadikan museum sejarah, benar gak sich ?. Baiklah ayo simak penjelasan berikut ini.
Tau gak sobat, di Aceh sudah ada satu lagi museum baru, masak sih ?. Iya tepatnya di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, namanya Museum Islam Kerajaan Samudera Pasai.
Gambar Museum dari jauh
Foto Museum, gambar diambil dari tugu
Pembangunannya sudah dimulai beberapa tahun yang lalu dan sudah selesai 2 tahun yang lalu kalo gak salah, hehe..Katanya nih biaya yang dihabiskan mencapai 5 miliar !. Kepala Dinas Perhubungan Aceh Utara, F Badli, menyebutkan pembangunan museum itu menggunakan dana otonomi khusus Provinsi Aceh tahun 2015. Seperti diberitakan kompas. Com, direncanakan museum ini akan memamerkan 250 koleksi benda bersejarah Kerajaan Samudera Pasai.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Nur Liana, Sabtu (13/5/2017) menyebutkan museum itu akan diisi peninggalan sejarah dari Abad 13, 15 hingga abad 18. Dia menyebutkan koleksi museum itu bukan hanya berkutat pada Kerajaan Samudera Pasai, namun juga ekspansi kerajaan itu tempo lalu.
“Misalnya ekspansi ke beberapa wilayah seperti ke Meulaboh hingga Barus. Fokus kita peninggalan Samudera Pasai. Ini sesuai dengan nama museum,” katanya.
Dia menyebutkan museum itu sudah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Penataan interior sedang dilakukan. Selain itu, pembersihan kuningan yang usianya ratusan tahun juga sedang dilakukan," katanya.
Nur Liana menambahkan ke depan museum itu direncanakan menjadi salah satu pusat kunjungan wisata di Aceh Utara. Tapi sangat disayangkan, ternyata pernyataan Nur Liana itu hanya angin lewat saja, sekarang banyak sarana dan prasarana yang ada di dalam areal museum ini yang sudah rusak karena tidak adanya upaya perawatan dari pemerintah. Sobat bisa lihat di foto-foto foto di bawah ini
Sejak museum ini selesai, museum ini belum dioperasikan. Ini bisa dilihat dari pintu masuk ke dalam museum yang dalam keadaan terkuncii.
Seperti diberitakan Kompas.com, rencananya museum ini akan dioperasikan bulan Juni 2017, tapi hingga saat ini hal itu belum juga terlaksana. Meskipun belum difungsikan hampir setiap hari ada pengunjung yang datang untuk sekedar foto atau melakukan selfie, terutama waktu hari libur, seperti lebaran dan hari-hari libur lainnya. Mereka yang datang kebanyakan adalah orang-orang dari wilayah Kecamatan Samudera dan Sekitarnya. Beginilah realita yang terjadi di daerah kita, Aceh. Kapan akan tiba masanya pemerintah peduli akan sejarah dan upaya pelestarian sejarah, waktu yang akan menjawabnya.