Entah kenapa, melihatmu meniup lilin tadi, hati Bapak terasa sedikit sesak. Bukan karena sedih, tapi karena tiba-tiba Bapak sadar…
Waktu ternyata berjalan begitu cepat.
Rasanya baru kemarin Bapak menggendongmu ketika masih begitu kecil. Sekarang kamu sudah berlari ke sana kemari, banyak bertanya, banyak tingkah, dan rumah terasa lebih ramai karena celotehmu.
Ulang tahunmu kali ini tidak dirayakan dengan pesta besar.
Tidak banyak orang yang datang.
Hanya ada Bapak, Ibu, dan kakakmu yang sekarang sudah kelas 3 SD.
Hanya kami.
Kami menyiapkan kue sederhana, menyalakan lilin, lalu menyanyikan lagu ulang tahun untukmu.
Dan kamu tersenyum begitu bahagia.
Saat melihat senyummu, Bapak kembali belajar sesuatu dari seorang anak kecil.
Bahwa bahagia tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mewah.
Tidak perlu ruangan besar.
Tidak perlu banyak hadiah.
Tidak perlu banyak orang.
Kadang, bahagia hanya membutuhkan orang-orang yang kita sayangi berada di dekat kita.
Hari ini mungkin terasa biasa saja bagimu.
Kamu mungkin belum mengerti arti sebuah ulang tahun. Belum mengerti bagaimana waktu akan terus berjalan dan suatu hari nanti kamu akan tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa.
Tapi Bapak ingin menyimpan hari ini.
Karena mungkin suatu saat nanti, ketika kamu sudah besar, kamu akan melihat tulisan ini dan tahu…
Bahwa ketika usiamu baru empat tahun, ada seorang Bapak yang diam-diam memperhatikan senyummu dan berharap bisa menemanimu selama mungkin.
Nak…
Bapak tidak tahu akan menjadi seperti apa hidupmu kelak.
Bapak juga tidak bisa menjanjikan bahwa hidupmu akan selalu mudah.
Tapi Bapak berdoa, semoga kamu tumbuh menjadi laki-laki yang baik.
Yang menghormati ibunya.
Yang menyayangi kakaknya.
Yang tidak lupa kepada keluarganya.
Dan yang tetap memiliki hati yang lembut meskipun dunia kelak mengajarkan banyak hal tentang kerasnya kehidupan.
Kalau suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini, mungkin kamu sudah jauh lebih besar daripada Bapak yang menulisnya hari ini.
Mungkin kamu sudah punya jalan hidupmu sendiri.
Tapi ingat satu hal, Nak…
Pernah ada masa ketika kebahagiaanmu begitu sederhana.
Cukup ada Bapak, Ibu, kakakmu, sebuah kue kecil, beberapa lilin, dan sebuah rumah yang penuh cinta.
Selamat ulang tahun yang keempat, anak laki-laki kecil Bapak.
Tumbuhlah pelan-pelan.
Jangan terlalu cepat menjadi dewasa.
Karena Bapak masih ingin menikmati setiap celotehmu, tawamu, kenakalanmu, dan langkah-langkah kecilmu…
Sebelum semuanya nanti hanya menjadi kenangan yang bisa Bapak rindukan.
Selamat ulang tahun, Nak.
Hari ini kamu bertambah satu tahun.
Tapi bagi Bapak, hari ini juga menjadi pengingat bahwa satu tahun lagi telah berlalu dari hidupmu…
dan Bapak bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyaksikannya.