Alkisah zaman dahulu kala di daerah Aceh utara yang dikaitkan dengan hadirnya beberapa mitos dari sebagian masyarakat. Namun beda dengan cerita yang ingin saya ceritakan ini, dari sebagian masyarakat menganggap ini sebuah mitos dan ada juga sebagian masyarakat lainnya mengganggap ini sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di zaman dahulu kala, yaitu cerita Hantu Kojet.
Hantu kojet ini adalah sebuah kisah di kalangan masyarakat Aceh yang sering meresahkan warga sekita, kenapa saya bilang meresahkan warga ? karena sebanarnya ini bukan lah hantu sungguhan, akan tetapi manusia biasa yang menjadi pengikut yang memiliki ilmu hitam. Dan cara ritualnya itu adalah dengan menghisap darah bayi yang kira-kira umurnya belum melewati satu tahun ke atas, karena dengan cara ritual tersebut maka disebutlah dia Hantu Kojet. Sudah banyak memakan korban dengan hadirnya Hantu tersebut.
Salah satunya adalah wanita yang tinggal di desa Krueng Lingkah kecamatan Langkahan, sebut saja namanya Aminah.
Sebelum penulis membuka beberapa pertanyaan kepada ibu tersebut, beliau terlebih dahulu menanyakan tentang maksuda dan tujuan kami hadir di rumahnya.
Ibu Aminah : Ho kaneuk jak nyak ? (Mau hendak kemana nak) ?
Andi (Nama samara penulis): Long meneuk jak sitot rumoh buk Aminah ! (Saya mau cari rumah buk aminah)
Ibu Aminah : Ooo lon tuan yang adek jak sitot ! ( Ooo saya lah yang adek lagi cari).
Lalu saya pun mulai membuka beberapa berkas yang ada di dalam tas, yaitu satu pulpen dan sebuah notepad hehehe..
Maklum calon penulis harus membawa dua benda tersebut kemana-mana dan apa lagi ini mau cari referensi tentang fenomena tersebut.
Dan sedikit saya cerita tentang profil buk Aminah ini, kenapa saya pilih beliau untuk menjadi narasumber saya ? karena, beliau adalah istri dari Hantu Kojet tersebut. Awalnya saya pun menganggap itu semua hanya sekedar mitos biasa, seperti mitos-mitos lainnya yang mampu mengobrak-abrik pembicaraan warga.
Tapi setelah saya mendapatkan informasi sekilas dari kakak saya kalau Hantu Kojet tersebut benar ada dan juga beliau mengatakan peristiwa ini sudah jama sekali ketika beliau masih berada di pesantren, dengan panjang lebar dia bercerita tentang hal tersebut. Lalu saya menimbulkan sebuah pertanyaan.
Hantu Kojet itu sekarang ada dimana ?
Lalu dia menjawab, menurut informasi yang dia tau kalau Hantu Kojet tersebut sudah mati dan berubah menjadi kucing hitam.
Semakin aneh saja ketika saya mendengarkan semua itu, di dalam persepsi warga Aceh kalau kucing hitam itu adalah seuatu keburukan dan jika kita menabrak kucing tersebut maka keluarga kita akan mendapatkan sebuah kesiyalan.
Oya lanjut tentang Buk aminah ini, ketika saya menanyakan anak-anaknya sekarang berada dimana, beliau menjawab.
Buk Aminah : Oman nyak bek katayong nyan (Alah nak jangan tanyak tentang itu), sambil air mata mengalir di pipinya.
Makin penasaran aja saya jadinya dan mencoba bagaiman caranya agar dia menjelaskan kenapa saya tidak boleh bertanya tentang hal itu, sekilas jurus yang saya dapatkan di bangku kuliahan, Lalu beliau menjawab dengan semampunya.
Buk Aminah : Aneuk long mesaboh hana seulamat, mandum-mandum awak nyan geuhisap darah but ayah kandung droe awaknyo yoeh manton umue meupadub bulen. Yaitu lako lon. (Anak saya tidak seorang pun yang selamat, semua mereka dihisap darah oleh ayah kandung mereka sendiri ketika masih berumur beberapa bulan. Dan ayah mereka itu adalah suami saya sendiri)
Ketika saya mendengar semua itu, langsung meresa sedih dan sempat meneteskan air mata. Dan lalu sambung lagi pertanyaan saya !
Andi : teuma jinoe lako droe neuh hoka geujak buk ? (Jadi sekarang suami ibuk lagi dimana)
Buk Aminah : Lakoe long ka meninggai lebeh kureng 3 tahun yang ka ulikoet (Suami saya sudah meninggal lebih kurang 3 tahun yang lalu).
Lalu saya teringkat dengan penjelasan kakak saya kalau suaminya berubah menjadi kucing hitam, ingin saya menanyakan tentang hal tersebut takutnya nanti beliau meresa tersingkung. Dan dengan menyimpang beribu rasa penasaran maka saya urungkan niat tersebut untuk menanyakan nya.
PENULIS: POPON