Menjadi affiliate Shopee bagi saya bukan sekadar membagikan link produk lalu menunggu ada yang membeli.
Ada proses yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari mencari produk, melihat apa yang sedang dibutuhkan orang, membuat konsep, mengambil video, mengedit, sampai akhirnya mengunggahnya ke platform.
Saat ini saya menjalani aktivitas sebagai affiliate Shopee, dan salah satu rutinitas yang saya usahakan adalah membuat setidaknya 7 video affiliate setiap hari.
Bukan berarti semua video langsung menghasilkan penjualan.
Justru di sinilah menariknya.
Ada video yang penontonnya sedikit, ada yang lumayan, dan sesekali ada video yang ternyata mendapatkan perhatian lebih besar dari perkiraan. Dari situ saya belajar bahwa dalam dunia affiliate, kita tidak pernah benar-benar tahu video mana yang akan bekerja dengan baik sebelum kita mencobanya.
7 video sehari bukan perkara mudah
Kalau dipikir-pikir, 7 video sehari berarti dalam satu minggu bisa mencapai sekitar 49 video.
Sebulan bisa ratusan video.
Tentu tidak semuanya dibuat dengan peralatan profesional. Saya lebih banyak memanfaatkan barang yang ada, kamera HP, pencahayaan seadanya, dan yang paling penting adalah mencoba membuat video yang jujur dan mudah dipahami.
Foto yang saya lampirkan di postingan ini adalah salah satu contoh produk yang saya gunakan untuk membuat konten affiliate.
Bagi sebagian orang, mungkin benda seperti ini terlihat sederhana.
Tetapi bagi seorang affiliate, sebuah produk sederhana bisa menjadi bahan untuk membuat beberapa ide konten.
Bisa dibuat video unboxing, menunjukkan cara penggunaan, memperlihatkan kelebihan dan kekurangannya, atau sekadar menunjukkan bagaimana produk tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Yang saya kejar bukan hanya penjualan
Saya juga sedang belajar memahami perilaku penonton.
Kenapa orang berhenti menonton sebuah video?
Kenapa mereka melewati video lainnya?
Apa yang membuat seseorang akhirnya membuka produk?
Dan yang paling penting, apa yang membuat orang akhirnya melakukan pembelian?
Dari setiap video, saya mendapatkan pelajaran baru.
Karena itu saya mencoba menjaga konsistensi. Daripada menunggu satu video sempurna, saya lebih memilih terus membuat dan belajar dari banyak video.
Tujuh video sehari mungkin terdengar banyak.
Namun ketika sudah menjadi rutinitas, prosesnya perlahan terasa seperti pekerjaan sehari-hari.
Affiliate mengajarkan saya tentang konsistensi
Ada hari ketika semangat tinggi.
Ada juga hari ketika ide terasa habis dan rasanya malas mengambil kamera.
Tetapi kalau ingin menjadikan affiliate sebagai salah satu sumber penghasilan, saya rasa konsistensi jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan keberuntungan satu video viral.
Hari ini mungkin satu video menghasilkan penjualan.
Besok mungkin tidak ada.
Tetapi video yang sudah dibuat tetap menjadi bagian dari perjalanan dan bisa saja ditemukan orang lain beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian.
Itulah mengapa saya terus mencoba.
Buat → upload → lihat hasil → evaluasi → buat lagi.
Sederhana, tetapi ketika dilakukan setiap hari, hasilnya bisa menjadi sesuatu yang berbeda.
Saya juga melampirkan contoh video affiliate dalam postingan ini, supaya bisa terlihat seperti apa aktivitas yang saya lakukan sehari-hari.
Bagi saya, menjadi affiliate bukan hanya tentang menjual produk orang lain.
Ini juga tentang belajar membuat konten, memahami pasar, membaca perilaku orang, dan tentu saja belajar untuk tetap konsisten meskipun hasilnya tidak selalu langsung terlihat.
Hari ini 7 video. Besok 7 video lagi.
Pelan-pelan, yang penting terus berjalan.