Ketika berjalan dengan kakinya
Sepi, tertatih-tatih
Memulai pagi ini dengan membaca sebuah buku spiritual karya Muhammad Luthfi GHOZALI. Membuka halaman demi halaman sampai saya terhenti pada sebuah syair yang begitu indah namun terasa sangat dekat karena kata-kata yang diambil masih kerap kita temui sehari-hari di zaman kekinian.
Untaian kata-kata di atas merupakan sebuah i'tibar, bahwa, disaat arus kerinduan manusia sedang menggelora, suatu potensi bisa terjadi. Refleksi kerinduan tersebut ternyata mampu membangkitkan tambang energi yang memancar dari akal dan fikir kemudian membakar hijab dan merontokkan sekat yang menyelimuti rongga dada dan menutupi matahati.
Saya mengutip syair tersebut dengan harapan menjadi penyegar hari-hari kita. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk terus saling support dengan follow, vote dan komentar di bawah.
Terima kasih masih terus scroll sampai kemari...
—
@nyo
[فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ [البقرة : 152
Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
—(QS. al-Baqarah; 152)