Bukan sekedar daging rebus biasa. Tercampur bersama bumbu biasa seperti; cabe merah, cabe rawit, bawang putih, lada, kemiri, kunyit batang, cabe kering bubuk, kunyit bubuk, dan lengkuas, serta bumbu kekhususan yaitu cuka aren telah membuat masakan khas Aceh Besar ini bisa bertahan sebulan lebih, dan tidak akan basi.
Masakan warisan turun temurun ini telah menjadi objek menu utama di beberapa rumah saat tradisi hari meugang menyambut puasa atau meugang hari raya.
Aroma khas dan rasa asam bercampur pedas membuat masakan ini begitu diminati oleh kaum orang tua. Berbeda dengan kaum remaja atau anak muda, hanya beberapa saja dari mereka yang menyukai masakan asam ini. Selebihnya mereka memilih yang pasti-pasti saja, bukan sekedar numpang memberi rasa manis namun juga rasa nyaman dan bahagia
Salam Nanggroe Aceh Darussalam