_SENANDUNG SENJA_

Words
233
Reading
2 min
Listen
Play
9y


Ingin ku ceritakan sesuatu kepadamu
Ketika sore tadi aku pulang ke Lhokseumawe
Tidak seperti biasa
Aku memilih untuk melewati pesisir pantai
Sekedar untuk merasakan angin laut dan udara sore
Sepanjang Krueng Raya-Aceh Rayek dan perbatasan Tiroe

Tak paham pada pilihanku
Kulewati persimpangan Keumalahayati
Kulewati dengan sengaja gerbang sejarah itu
Tanpa iba dan rasa bersalah



Di ujung pantai tua Krueng Raya
kulihat sebongkah batu karang
Menjulang kokoh tak seberapa

Lalu terbersit hati ingin kukatakan sesuatu padamu
Jadilah seperti batu karang itu
Kokoh
Walau tak henti diterpa ombak
Ia tak hanya berdiri kokoh
Lebih dari pada itu
Ia mampu menenteramkan gemuruh ombak
Menghalau amarah dan nyanyian laut
Entah kenapa tiba-tiba aku ingin kau seperti itu



Disepanjang kelokan Lamreh (Lamuri)
Tempat para raja pernah bersemayam
tertata ratusan, ribuan bahkan mungkin puluhan ribu pohon jamblang
Jajaran yang diselingi pohon Keurundong pageu
Sebahagian tumbuh liar
Menghias silhuet senja
Begitu sempurna
Puisi alam bagi laut

Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu
Bahwa aku tak yakin pohon-pohon disepanjang perbatasan Lamreh itu akan terus hidup sepanjang zaman
Seperti Lamuri dan Keumalahayati



Kulewati Laweung dan Guha Tujoh
Di sepanjang jalan sepi tak bertuan
Curam diantara bukit kapur yang hijau dan gersang

Ingin ku katakan sesuatu kepadamu
Apa yang kusaksikan di sepanjang jalan pulang yang kulalui sore tadi
Membuatku kecut
Terlalu banyak kisah yang belum terurai

Aku khawatir
Jika esok kita mati
Kau dan aku tak lebih dari penjarah...

Ulee Gle, 14 Februari 2018

_SENANDUNG SENJA_ | Ecency