Delicious but Dangerous

Words
470
Reading
3 min
Listen
Play
9y

Steemians tentu akan berpikir bahwa saya akan terperangkap dengan kata-kata sendiri: membuat tulisan tentang makan, minum, dan bercinta di dalam Steemit. Menulis hal remeh temeh tanpa tujuan dan kedalaman.

IMG_20180111_232305.jpg

Namun sebelum men judge lebih dalam, dan tentu akan terperangkap pada persangkaan gak karuan, lebih baik membaca sampai habis.

Malam ini memang keluarga kami sedang pesta makanan. Maklum, kakak ipar dari Jakarta sedang berada Aceh. Ketika di Aceh ia selalu berburu kuliner. Mungkin bisa kita samakan dengan pemilik Galery Rahmatsyah di Medan yang senang berburu binatang-binatang buas ke seluruh dunia. Salah satu yang dibeli malam ini adalah durian.

IMG_20180111_232311.jpg

Lhokseumawe pada masa-masa seulawet ini (in the recent times) sedang bertebaran buah durian. Kalau orang sedang belah duren, dunia seakan hanya menjadi milik berdua. Sang pemakan dan duriannya itu sendiri (huhuhu).

IMG_20180112_001843.JPG

Dasar orang Jakarta suka lapar mata, mulut, dan telinga, buah durian itu dibawa ke rumah. Ibu mertua yang terserang sakit diabetes akut pun berkeras ingin makan durian itu. Ia mencium bau durian membahana. Tak mungkin berbohong bahwa itu bukan bau durian tapi rambutan.

Di masa "sehat", ia biasa memakan durian bersama saya. Tentu sembunyi-sembunyi, karena ayah mertua suka marah, karena ibu mertua tak pernah mau berpantang makan buah lekit ini meskipun penyakit diabetesnya sudah stadium "Roma". Ia sudah sejak lama menggunakan insulin untuk menetralisasi gula darah.

Saya beberapa menit melihat saja durian yang dibawa ke depan mata. Saya harus berpikir untuk memakannya. Meskipun berolahraga saya memiliki bakat darah tinggi dan juga dari keluarga yang terserang diabetes. Saya tahu kenikmatan durian bisa sama seperti gadis jelita. Indah di awal petaka di akhir. Makanya jangan mudah terpukau dengan gadis cantik jelita.

IMG-20180104-WA0004.jpg

Durian sendiri memiliki kadar kolesterol dan kalori yang sangat tinggi. Durian disamping memiliki kandungan vitamin B dan C, potasium, dan asam folat, juga memiliki kadar glukosa yang juga tinggi sehingga berbahaya bagi penderita diabetes.

Kompleksitasnya bisa juga mengarah kepada stroke. Itu mungkin yang sudah dialami mertua saya sehingga mengarah kepada demensia pasca-stroke. Bagi penderita diabetes, hanya dianggap wajar jika memakan durian maksimal lima biji (bukan buah). Baiknya hanya merasa dua biji, dan setelah itu meminum air hangat yang banyak.

IMG-20171219-WA0055.jpg

Jadi dibalik foto indahnya durian, kita harus paham bahwa buah ini berbahaya bagi orang yang sudah berumur di atas 40 tahun. Nabi Muhammad memang mendapatkan mandat kenabiannya setelah 40 tahun. Itu berarti umur segitu sudah harus semakin dewasa dan mengutamakan pertimbangan intelektual dan spiritual dibandingkan instinctual dan libidinal.

Bukan saya menganggap bahwa pernyataan di bawah ini sebagai nalar sebab akibat, tapi Billi, saudara saya, hanya hanya berselisih 2-3 tahun di atas saya beberapa bulan lalu meninggal dunia setelah pesta durian. Pembuluh darahnya pecah setelah mengonsumsi buah bergigi ini. Ia meninggal dan belum sempat menikah. Jaring genogramnya akhirnya terputus.

Jadi, dibalik setiap kenikmatan, yakinlah ada kemudaratan yang mengancam. Makanan yang terlihat enak ada selimut penyakit di sana, apalagi jika makan tak berbagi.

11 Januari 2018

DQmUC35dbRud7PQnqZwF7734sxaCd8nDES9WkDMvJ6ytwqu.jpg

Delicious but Dangerous | Ecency