Mengabdi Ke Pulau Abang Batam

silvira(48)
Published in
#health
Words
517
Reading
3 min
Listen
Play
9y

Tepat satu tahun yang lalu saya diamanahkan menjadi wakil bidang Community Empowerment (CE) dalam organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) khusus Wilayah 1 yaitu Sumatera. Salah satu program kerja dalam bidang kami yaitu Regional Community Empowerment (RECOMEP), acara ini hampir sama dengan Bakti Sosial namun yang membedakannya adalah kita mengajarkan atau memberi materi terlebih dahulu seperti Community Development pada setiap delegasi sebelum terjun ke masyarakat.

IMG_20161112_092029.jpg

Saat itu tendernya diambil oleh Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dilaksanakan di Pulau Abang dan diikuti oleh seluruh perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Sumatera. Suatu hal yang membanggakan pada event ini saya juga diamanahkan kembali untuk menjadi Steering Committee (SC).

Dan dari sekian banyak Bakti Sosial yang saya ikuti kali ini sangat berbeda, sudah tentu bukan konsepnya karena Bakti Sosial khusus mahasiswa sudah tersusun rapi standarnya, seperti tidak boleh memberi obat kepada pasien atau menegakkan diagnosa, karena yang berhak melakukan itu semua adalah seorang dokter bukan seorang mahasiswa.

Tapi yang membuat berbeda adalah tempatnya, Pulau Abang adalah salah satu pulau yang berada diwilayah Kepri. Kami harus melakukan perjalan darat selama 3 jam dari Batam menuju ke Pelabuhan Kepri. Sampai di pelabuhan kami sudah ditunggu oleh beberapa perahu yang akan mengantarkan perjalanan sampai ke Pulau Abang, dari pelabuhan menuju ke pulau bisa menyita waktu sampai 1 jam lebih.

1479218470288.jpg

IMG_20161112_165038_HDR.jpg

Sambil menikmati udara dan ombak tengah laut tidak terasa kami sudah sampai ke Pulau Abang, langsung disambut dengan tarian adat dan beberapa anak kecil pulau tersebut. Saya begitu bahagia ketika melihat masyarakat juga ikut menyambut kami dengat sangat meriah, yang berarti mereka sangat menunggu kedatangan kami.

IMG_20161111_154937.jpg

1479118071410.jpg

Setelah penyambutan kami langsung mengumumkan penginapan setiap delegasi, semua delegasi tidur dirumah warga yang sudah dibagikan.

Ada beberapa hal yang membuat kami merasa kali ini benar-benar pengabdian yang sangat ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak kami harus beradaptasi langsung dengan masyarakat dan suasana Pulau Abang tersebut. Dimana setiap harinya lampu padam dan akan dihidupkan lagi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, mulai pukul 24.00 lampu akan padam kemudian akan hidup kembali pada pukul 16.00, setiap hari keadaan listrik di Pulau Abang akan padam dan hidup seperti jadwal tersebut.

IMG_20161112_185547.jpg

Setiap sore kami harus berebut untuk mengisi baterai HP, karena malamnya lampu akan padam lagi. Pulau Abang juga salah satu pulau wisata di daerah Kepri, namun masalah kesehatan masih sangat minim, dan angka penderita Hipertensi juga sangat banyak.

Hari pertama Bakti Sosial kami turun kemasing-masing rumah untuk melakukan Tensi Darah dan mengkaji setiap permasalahan kesehatan di keluarga mereka, kemudian akan kami kaji semua permasalahannya dan dijadikan untuk bahan edukasi pada masyarakat Pulau Abang.

IMG_20161112_090926.jpg

1480138499065.jpg

Hari kedua seperti biasa kami melakukan pengobatan gratis, dan juga mengedukasikan siswa SD di pulau tersebut untuk mencuci tangan dan menggosok gigi secara benar, dan berupa kegiatan lainnya.

1479219799040.jpg

1480138521694.jpg

IMG_20161112_142628.jpg

1479219328909.jpg

Tiga hari saya berada di pulau tersebut banyak belajar arti kesabaran, kesederhanaan, dan kekeluargaan. Dimana mereka harus bersabar jika setiap malam tidur didalam kegelapan, sederhana dengan keadaan rumah yang begitu kecil, dan juga masih sangat erat suasana kekeluargaan disetiap masing-masing mereka.

Masih sangat banyak kenangan dan pengalaman saya yang lain di pulau tersebut,dan tidak mungkin bisa saya uraikan di postingan ini. Semoga Allah mengizinkan kembali saya berkunjung kesana.

1479219456901.jpg

1479219614374.jpg

ONE DEDICATION FOR REVOLUTION OF SUMATERA

Mengabdi Ke Pulau Abang Batam | Ecency