Semua yang namanya mahluk pasti membutuhkan tempat untuk berteduh, istirahat ataupun tempat untuk berlindung dari segala yang mengganggunya baik dari serangan hewan liar nan buas dan dari musuh.
Selain itu tempat tinggal juga digunakan untuk tempat berbagi kasih sayang, berbagi cinta juga duka, tempat diskusi tatap muka saling sapa terbuka membahas dan bercengkrama.
Bagaimanapun permasalahan yang terjadi dirumah itu biasanya akan diselesaikan dengan cara yang sangat romantik, sehingga tidak pernah terjadi apa-apa jika di lihat dari luar sana, lukisan yang indah, cantik dan ditanami bunga yang semerbak wanginya biasanya selalu menghiasi, sehingga rumah ini kelihatan bagus oleh setiap mata yang melihat.
Jenuh pasti akan ada karena seiring berjalannya waktu yang begitu lama, debu, percikan lumpur yang membuat kotor dinding nya, menjadikan nilai estetika yang terdapat pada dirinya memudar.
Ini bukan menjadi permasalahan saya kira jika ada debu, lumpur, kotoran sekalipun yang membuat itu semua tidak lagi tampak menarik, karena itu semua bisa di bersihkan dengan sangat mudah dan rapih, tapi apabila itu tetap saja susah untuk membuatnya bersih saran saya paksakan untuk menjadi sedia kala.
Meskipun agak susah tapilah resiko, itulah proses, itulah wujud nyata dari pengabdian akan rumah yang sudah memberikan kenyamanan, perlindungan dan ketenangan.
Kita dapat mengambil kesimpulan singkat dari cerita rumah diatas, Jika kamu ingin melihat rumahmu itu indah, maka jadikanlah dia darah dan kamu tubuhnya.
Catatan : 12 Desember 2017