Assalamualaikum wr wb..
Hiii Steemians! Welcome to my page..
This is superlate introduce session馃槀
Biar telat yang penting kenalan ya~ -
Oke, let me introduce my self!馃槈
I'm Putri ananda saka, you can call me Putri.
Lahir di tanggal 12 Juli, 21 tahun lalu. Saat ini aku berdomisili di Lhokseumawe, Aceh dan tengah menempuh pendidikan sarjana Antropologi di Universitas Malikussaleh.
Nah, setelah mendengar Antropologi. Adakah yang masih bertanya-tanya? Atau bahkan menduga-duga bahwa Antropologi adalah "ilmu tentang bintang" atau "ilmu soal tulang". Tak masalah kalau "awam" menjadi alasan. Di sini akan sedikit diterangkan, walau penjelasan klise yang dijadikan senjata..
Secara bahasa, antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia. Maka tidak heran jika ada yang menyebutkan ilmu ini sebagai "ilmu rakus" karena hampir seluruh aspek yang berkaitan dengan manusia dijadikan pembelajaran. Jujur saja ketika status masih "MABA" dulu, aku sempat kebingungan dengan jurusan yang kupilih ini. Bukan bingungnya orang "awam". Tapi bingung memahami teori-teori dan memahami pembelajarannya. Maklumlah, latar belakang keilmuan di masa sekolah dulu jauh berbeda dengan sekarang. Bayangkan saja, dari akuntasi banting setir ke antropologi馃槀
(Foto bareng kerabat antropologi馃槝)
Jika sekarang ditanya perihal adakah "penyesalan"? Maka akan kujawab ya! Cukup menyesal karena pernah terlambat memahami keilmuan ini. Saat ini, setelah pemikiran sudah lebih sadar dan mengerti. Mencintai adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perasaan akan dunia keilmuan ini.
Secara kesukuan, aku berasal dari keluarga berlatar belakang suku yang berbeda. Ibu asli minang dan ayah seorang mandailing bermarga "Siregar". Memang cukup menyenangkan lahir di tengah keluarga beda budaya. Walau terkadang pergesekan akibat beda pandangan yang dilandasi background budaya tak bisa dielakkan. Apalagi, sistem matrilineal di keluarga ibuku cukup berpengaruh pada sistem patrilineal yang ada di pihak ayah. Namun, kembali lagi. Aku tak memandang segala hal tersebut sebagai masalah.
Cukup bicara keluarganya karena akan panjang nantinya. Mari pindah topik馃槀
Sebagai mahasiswa semester tujuh, akhir-akhir ini waktuku cenderung diisi oleh kesibukan-kesibukan yg berkaitan dengan penggarapan tugas akhir. Namun, bukan berarti sepenuhnya meninggalan kegiatan maupun hobi yang sering dilakukan sebelumnya. Jika sudah penat, pelarian pun dilakukan. 馃槀 Ya, melahap episode demi episode drama serial adalah salah satu pilihan diluar kebiasaan lainnya. Jangan ditanya drama serial apa? Karena kalian akan menyesal setelah mendengar pemaparan panjang ala kpopers dariku. Wkwkwkwk~馃槀馃槄
(Foto bersama rekan se-tim basket)
Yap.. "Main basket" masih menjadi passion utama di bidang olahraga. Walau semenjak kuliah, porsi latihan sudah jauh berkurang. Tak hanya itu, walau tak andal aku cukup menikmati waktu-waktu ketika menggambar maupun "ngewebtoon". Ya, ngewebtoon alias baca webtoon. Sejauh ini masih ngebacain karya orang lain. Sempat terbesit ingin ikut berkarya. Apalagi hobi menggambar dan menulis kumiliki. Ya tapi mau gimana lagi, serangkaian alasan selalu menjadi batu penghalang untuk memulai.
Minat akan menulis sudah tampak saat aku kecil. Ibu pernah cerita, waktu kecil dulu aku punya kebiasaan menirukan tulisan surat kabar alias koran yang ada di rumah. Meski belum mengerti apa yang ditulis, ibu mengenang bahwa koran adalah teman kecilku. Hobi menulisku terus berlanjut hingga masa SMP. Waktu itu aku sering menulis sebuah cerpen atau bahkan cerita panjang ala novel yang bisa memakan dua sampai tiga buku tulis. Ya, saat itu nulis ceritanya masih manual. Biar begitu, semangatku menggebu-gebu dikarenakan ada beberapa teman sekelasku yang setia menanti tiap cerita yang kutuliskan.
Tamat sekolah menengah. Akupun harus berpisah dengan teman-teman sekaligus pembaca setiaku. Di masa putih abu-abu yang kebetulan kuhabiskan di sebuah sekolah kejuruan. Kegemaran menulisku mulai mengendur. Entah mengapa, mungkin karena banyaknya kegiatan dan kesibukan lain yang lebih kuprioritaskan. Ya. Aku mulai meninggalkan tulisan-tulisanku.
Semenjak kuliah. Pernah terbesit untuk kembali menulis. Apalagi setelah memiliki laptop. Kubuka kembali cerita-cerita yang pernah kubuat dulu. Geli rasanya membaca cerita lama dan menyadari betapa "kurang" dan "jelek"nya tulisanku dulu. Banyak kata-kata dan penulisan yang berlebihan bahkan bikin "mual" ketika membacanya. Sampai-sampai sempat berfikir "akukah yang menulisnya?" 馃槀馃槀馃槀 (lupa diri).
Ya begitulah sedikit cerita soal diriku yang mengenang masa lalu. Walau sempat tersendat. Semoga dengan kehadiran platform super bernama "Steemit" ini dapat menjadi wadah baru sekaligus motivasi bagiku dan teman-teman steemians di luar sana untuk terus menulis dan menulis. Karena dengan menulis, sejarah takkan pernah terkikis!
Salam literasi! 馃槀馃槉
Wassalam...