(Sebuah puisi yang saya persembahkan untuk kerabat Antropologi Unimal ❤)
Beberapa waktu lalu
Entah sebulan, setahun, dua tahun, bertahun-tahun lalu..
Kita dipertemukan
Di sebuah "rumah" yang kala itu masih dirasa asing
Rumah kita "antropologi"
Ingatkah?
Senyuman canggung dan tatapan malu-malu itu
Dengan wajah lugu lalu ragu-ragu berucap
Kala itu kali pertama
Ya, kita tak saling mengenal
Saat itu
Aku, aku
Kamu, kamu
Belum ada "kami" apalagi "kita"
Kini, setelah beberapa masa terlewati..
Ketika diri sudah saling memiliki
Sama-sama diterima dan menerima Sebagai rekan
Sebagai teman
Sebagai sahabat
Sebagai kerabat
Berikrar tuk saling menghargai, mendukung, menyayangi, mengayomi, membimbing, dan menasehati..
Kerabatku..
Biar kita tak sedarah
Bukan pula sekandung
Namun, tidak berarti hubungan ini lantas tak berarti
Kita sudah dan tengah alami masa itu
Tertawa hingga terbahak, bercerita, berbagi motivasi, berjuang bersama, menangis, berdebat, hingga sempat berselisih faham..
Sudah cukup banyak memori yang kita lukis
Bahkan apapun tak sanggup mengikis
Biar baru sebulan atau malah bertahun-tahun..
Ingatlah kenangan itu
Mereka layak disimpan
Sebagai sebuah penghargaan
Atas sisa-sisa perjuangan
Atau mungkin sekedar sebagai bahan cerita di masa tua
Bahwa aku pernah ada di sini
Di tempat ini
Bersama kalian
Menjadi bagian dari defenisi kekeluargaan
Tempat di mana kita berbagi harap perihal masa depan
Ruang di mana kita membagi kisah masa lalu yang mungkin enggan tuk terus disimpan
Kerabat..
Maaf
Karena diri belum menjadi sosok sempurna
Sebagai kakak, aku masih terbata ketika menjawab tiap pertanyaan kalian
Sebagai teman, aku masih terlalu apatis ketika perasaanmu tak sengaja kusinggung
Sebagai adik, aku masih terlalu kurang ajar sempat mengabaikan nasihatmu
Kerabat..
Terima kasih
Sudah memberi kesempatan untuk menjadi bagian dari kalian
Terima kasih karena senantiasa memaafkan pada tiap kesalahan
Membimbing dan kembali menerima
Thanks for everything and always remember that our still our!
Save our memory~
-putri ananda saka-
Lhokseumawe, 23 November 2017