T'lah tertulis rapi di buku diary
Saat-saat indah yang penuh dengan memory
Walau jauh jarak sudah aku lalui
Semua masih terpatri dalam ingatan diri
Tak hilang di tikam waktu menghakimi
Senja kelam menghitam
Di tanah merah meradang lebam
Satu ingatan kembali kepada silam
Saat pertama cinta mengusik aku yang diam
Menyuguhkan harapan walau terpendam
Kau yang ku mulakan menjamah rasa
Yang lalu waktu tak akrab menghantarnya
Kepada singgasana yang semestinya
Adalah aku terhempas karenanya
Dari tahta yang aku tak kuasa atasnya
Kini aku merasa kau tiba menyapa
Dengan paras silam merupa mutiara
Kau hadir menjelma nyata
Di saat aku mulai lupa dengan selampau asa
Wajah bersemayam dalam angan bertahta...