Di alam senja dicampur debu jalanan. Tak terasa dunia malam datang untuk menyelimuti kulit bumi. Dengan rasa lelah dihampiri penjualan kopi keliling. Dipesannya satu gelas kopi pahit tanpa gula.
Kulihat seberang sana seorang seniman muda dengan jaket lusuh. Memangku gitar sambil memetiknya. Buah iramanya menyentuh jiwa. Dunia semakin ceria dengan nadanya.
Mendengarkan irama itu disertai kepulan uap kopi panas membuat jiwaku semakin tenang. Meskipun dunia semakin giat menusuk duri di dalam kehidupan.
Dengan kehadiran seorang seniman muda merupakan sebuah tongkat estafet dari jaman ke jaman. Dengan kehadirannya, ia selalu mengores jejak di jamannya.
Seniman bukan hanya pelekat eksentrik di badannya. Namun buah karyanya menjadikan dirinya sebagai seniman. Dengan renungan ini tak terasa segelas kopi pahit telah habis....