Kilur
Engkau perempuan yang berselimut malam
Berharap bintang terang namun seperti tenggelam
Hanya mampu melantunkan senandung daun bambu yang terhembus angin
Sungguh tak berirama hingga embun menjemput
Dan jiwamu pun mengambang di antara dua dunia
Mimpi diminta nyata diharap
Lewat pintalan kata yang tak berujung
Sebagai tiangtiang penompang tubuh
Tak peduli tergilas oleh sang waktu
Sepertinya waktu tak memberi
Mentari pun masih bersembunyi
Anginangin datang lalu pergi
Tetap menghitung hari.