Hello steemians, hari ini saya mau berpagi cerita perjalanan saya memonitor sistem kelistrikan diwilayah kerja saya bersama beberapa anggota untuk melihat langsung kondisi lapangan apakah ada imbas dari banjir yang sedang terjadi saat ini.
Selesai berkeliling saya menyempatkan mampir ke sebuah warung sangat sederhana yang terletak dipinggir jalan elak Meunasah Keureusek kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, warung tersebut bernama Jambo Apa Nan.
Jambo Apa Nan
Saya memesan segelas bandrek panas pakai susu dan banyak kacangnya. Dari warna dan aromanya saya pastikan pasti bandrek ini enak untuk dinikmati.
Bandrek susu panas plus kacang
Hmmmm .... ternyata memang enak .... tak lupa sepiring "temannya" berupa pisang goreng (bada) tempe goreng, bakwan dan tahu isi. Suasana seperti ini memang waktu yang sangat tepat untuk menikmati suguhan ini.
Goreng2an khas bandrek)
Pengunjung terus berdatangan baik dari kampung itu sendiri maupun pengunjung luar yang sedang melihat suasana banjir didaerah itu.
Salesai menghabiskan segelas bandrek plus 6 potong "teman" (goreng2an) 馃槀馃槀馃槀 saya memanggil penjaga warung untuk membayarnya. Penjaga warung komat kamit menghitung jumlah yang akan saya bayar ...... padum mandum dek ? (Berapa semua dik ?) .... "mandrek susu 2 boh glah siploh ribe, mandrek biasa saboh glah lhe ribe, kueh 7 krek tujuh ribe, jumlah mandum 20 ribe bang" (bandrek susu 2 gelas Rp.10.000, bandrek biasa 1 gelas Rp.3.000, kue 7 potong Rp.7.000, total Rp.20.000 bang), wow .... murah sangat .... harga yang jauh dari yang biasa saya minum di tempat lain. saya tidak percaya sehingga saya tanya lagi, "ka beutoi neu hitong bek sampe rugo droe neuh" (sudah betul hitungannya ? Jangan sampai rugi nanti), sambil tersenyum simpul penjaga warung berkata "ka beutoi bang hai dum nan" (sudah betul itu abang).
Bagi rekan-rekan yang mau berkunjung ke tempat tersebut berikut saya taging alamatnya menggunakan google maps.
Demikian cerita hari ini semoga steemians tidak bosan membacanya.
Salam Komunitas Steemit Indonesia
@mukhtar.juned