Usai terjadi perlawananan 10 November 1945 yang menewaskan sekitar 2000-an serdadu (termasuk 2 jenderal di dalamnya), militer Inggris langsung melakukan pembersihan ke rumah-rumah penduduk. Mereka merampas apa saja yang diidentifikasi sebagai "alat yang bisa membunuh", salah satunya termasuk keris.