Kaulah perempuan yang datang untuk menari bersama gelombang. Kau pasti tau, gelombang mirip dengan kebahagiaan. Kadang menjauh kadang mendekat.
Namun kau hanya bisa menari, menari tak selalu tentang senang hati, kadang kita terpaksa menari juga menari diatas duka-duka.
Katamu, jika mendengar suara gelombang kakimu bersijengkat dan tau tau sudah menari kesana kemari.
Sekarang ada gelombang didalam kepalaku mungkin oleh sebab itu bisa ku rasakan kau menari dipikiranku.