Pertemuan dengan @tuwankuraja

Words
193
Reading
1 min
Listen
Play
8y

IMG_20180513_141808.jpg

Lelaki pendek kurus berpostur kecil, mengenakan topi ala mafia Italia, nampak berputar-putar di Kitchenette cafe Kemang Village pagi Minggu itu.

Nampak necis, sebuah arloji mewah tampak di pergelangan tangan kanannya. Kami bersepakat mengenakan baju putih dan celana putih.

Saya berfirasat, sepertinya ini tuwanku-raja@tuwanku-raja, yang selama ini rajin berkunjung ke blog teman teman steemian.

Saya mulai mencoba melacak keberadaan tuwanku raja. Saya sering membaca postingan yang tampil diblognya.
IMG_20180513_141830.jpg

Keinginan tersebut muncul dan menguat saat tuwanku mengomentari postingan saya, terkait proposal dokter-purnama@dokter-purnama sebagai steem-ambassador

IMG_20180513_142946.jpg

Sehari kemudian tuwanku malah menyatakan diri berkeinginan menjadi ambrakador,lewat sebuah postingan.

IMG_20180513_141854.jpg

"Makhluk ini harus kutemui." gumamku dalam hati

Sudah dua menit melirik kiri kanan, lelaki berbaju putih, lengan panjang dilipat sampai di bawah siku, sempat juga menatap ke arahku, namun tidak menghampiri.

Tapi kemudian lelaki misterius itu pergi, hanya saja dia tidak memakai celana putih, seperti kesepakatan

"Bukan tuwanku-raja@tuwanku-raja" , sanggahku dalam hati. "Tapi kayaknya dia!" Batinku bertengkar.

Mbak mbak..!
Saya memanggil pelayan kafe di lantai satu mall terbesar di kawasan Kemang, milik Lippo Group itu.

"Bill mas ya?"
"Bukan mbak, saya mau tambah minum!"
"Baik mas, sebentar ya."

Kawan kawan steemian, saya mau pesan minum dulu, nanti saya teruskan lagi.

Pertemuan dengan @tuwankuraja | Ecency