Halte Tujuan Akhirat

Words
260
Reading
2 min
Listen
Play
8y

"Setiap nafas manusia adalah sebuah langkah menuju ajal"

Halte, tempat kita menunggu jemputan menuju akhirat. Demikianlah tamsil tentang keberadaan di dunia.

Barangkali tidak sepenuhnya tepat, tapi sebagai ilustrasi mungkin ada baiknya kita renungkan.

2018-06-05-15-01-45-01.jpegilustrasi halte

Bila kita sadar, bahwa kita semua sedang menunggu bis menuju akhirat, maka yang paling penting kita fikirkan, apakah isi tas yang kita bawa sudah lengkap?
Kalau belum, coba diiingat apa yang kurang. Mari kita lengkapi, sesegera mungkin.

Bis yang kita tunggu sudah terjadwal, tapi kita tidak pernah tahu kapan dia datang. Jadwal yang sangat misterius dan merupakan Rahasia Ilahi.

Perilaku kita menjadi aneh, mana kala kita merepotkan diri dengan hal yang tidak bermanfaat.
Misalnya,membawa sofa ke halte, agar bisa duduk dengan lebih santai sambil menunggu bus.

Ada pula yang membawa lemari pakaian. Bahkan satu dua juga membawa meja rias, seolah akan tinggal selamanya di halte persinggahan ini.

Mendapat tempat sambil berdiri pun, sebenarnya sudah cukup, kalau memang kita tidak kebagian tempat duduk.. Selama kita tidak kehujanan dan tidak terbakar oleh terik matahari sudah lumayanlah.

Memasang AC di halte bisa dianggap tindakan yang menggelikan, bahkan urakan.

Barangkali kita selama ini hanya sibuk dengan memikirkan kenyamanan di halte, sampai melupakan kelengkapan barang bawaan yang akan kita bawa serta ke akhirat.

Mari kita periksa isi koper masing masing dan jangan lalai.

Dalam Mutiara Nahjul Balaghah Ali bin Abi Thalib mengingatkan
"Setiap nafas manusia adalah sebuah langkah menuju ajal"

Maknanya, kenderaan yang membawa kita ke akhirat semakin dekat. Dan terus semakin dekat seiring tarikan nafas kita.

IMG_20180605_150049.jpg

Demikian, semoga bermanfaat.
Jakarta, 20 Ramadhan 1439 H

Wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq

IMG_20180603_023437.jpg

Halte Tujuan Akhirat | Ecency