Memahami kata itu terkadang sulit. Terlalu sulit lagi saat perangkai berbelit-belit. Maksud hati mencurahkan rasa. Tapi terkadang, justru mengundang tawa bahkan nestapa
Cinta ... Terlalu sering kata cinta ikut dan hadir dalam setiap aksara. Sekedar pemanis? Atau malah tokoh utama untuk berdusta. Berdalih dengan baik, untuk menghancurkan yang baik pula
Pada KATA dan CINTA. Sejujurnya adakah arti yang tak termaknai. Kenapa begitu mudahnya orang berkata.
Berkata tentang cinta.
Namun ...
Pada akhirnya hanya kembali pada airmata. Tak mengerti apa kesalahan. Airmata sering terlibat dalam kepedihan. Terlupa untuk kebahagiaan.
Adilkah kata membagi cinta dan airmata. Sedemikian itukah adanya atau mudahnya orang berkata Cinta. Lalu menitihkan air mata.