TUAN

andyaja(44)
Published in
#poetry
Words
140
Reading
1 min
Listen
Play
9y

image

Ketika cahayaNya di relung jiwa meredup. Kegelapan menyelimuti. Mengejewantahkan alam fikiran, terkikis. Alfa akan kesadaran diri hingga syahwat menyelimuti

Perlahan pasti api membara membakar nurani, emosi tiada peduli.
Tangan tangan besi berkuasa berkolaborasi menindas menghakimi
Jiwa jiwa mati

" Wahai, tuan lihatlah "!!
" Di sana "

Anyir darah di langit ibu. Luka duka hadapi kenyataan. kelu bibir tak berdaya
Jerit tangis tak dapat menggemakan langit.
Sepi menekan perlahan menikam

" Adakah kau pedulikan mereka "!!
" Tuan "

Dan, Kini peradaban kian menggerus nilai nilai kemanusiaan. Toleransi antar sesama kian punah. Kejujuran tiada lagi diutamakan. Hanya kekuatan kekuasaan berwenang. Yang lemah tersingkirkan, yang kuat dipuja. Kemerdekaan hidup tiada lagi dirasakan

" Tuan ", amanah tlah dititipkan. dapatkah kau benahi ketimpangan melanda. Kau persatukan dalam simpul persaudaraan
Karna, kau, aku, kita satu atap, satu ibu, satu bahasa
Bumi tercinta ...

TUAN | Ecency