Dulu sewaktu pertama kali datang ke Banda Aceh untuk menuntut ilmu diperguruan tinggi, tempat yang pertama kali saya datangi adalah mesjid raya Baiturrahman. Kenapa? Karena dulu kalau datang ke Banda Aceh tidak sah kalau tidak mendatangi tempat ini.
Mesjid Baiturrahman merupakan salah satu tempat yang merupakan objek wisata religi. Bangunan yang sudah berdiri berabad-abad lamanya mempunyai banyak sejarah. Mulai dari sejarah saat melawan penjajahan Belanda dan peristiwa Tsunami. Mesjid Baiturrahman menjadi saksi sejarah yang sangat dikenang oleh rakyat Aceh dan juga Belanda, dimana di depan mesjid raya Jenderal Kohler mati ditembak oleh prajurit kesultanan dengan menggunakan senapan. Kejadian saat itu diabadikan melalui sebuah monumen yang terletak di bawah pohon kelumpang yang berada di pintu masuk sebelah utara (dekat pasar). Namun saat ini pobon kelumpang itu sudah tidak ada lagi karena ditebang saat perombakan halaman mesjid.
Satu hal tentang mesjid raya yang menjadi sejarah bagi rakyat Aceh adalah saat musibah Tsunami pada 26 desember 2014. Gelombang Tsunami yang menghantam bumi Seuramoe Mekkah tidak mampu menghancurkan rumah Allah ini. Padahal saat itu aliran air diluar mesjid sangat deras mampu menggulingkan mobil-mobil yang berada dijalan, namun air didalam mesjid mengalir dengan tenang.
Mesjid raya Baiturrahman menjadi satu tempat objek wisata religi yang menjadi daya tarik wisatawan untuk melangkahkan kaki ke tempat ini. Sejarah yang telah terukir dan rancangan arsitektur menjadikan satu keindahan yang menjadikan mesjid Baiturahman merupakan salah satu mesjid terindah di Indonesia.
Halaman yang luas dengan kolam pancuran menambah keindahan dan kesejukan bak Kesultanan Ustmani. Serta penambahan payung raksasa menjadikan mesjid Baiturahman bagaikan mesjid Nabawi.
Semoga dengan sejarah yang dilalui mesjid Baiturahman semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Selain menikmati mesjid ini masih banyak lagi tempat wisata religi yang wajib dikunjungi di Aceh.
Yuk ke Aceh.
Salam Damai