CINTA YANG TERTUNDA KARENA TAKDIR ALLAH
Aku tidak tahu kenapa perasaan ini bisa datang? Dan kapan perasaan ini berakhir? Mungkin ini cinta pertamaku? Atau hanya cinta monyet? Yah karena umurku masih sangat remaja, yakni hanya 17 tahun..
Safarul pulang dengan langkah nan pasti. Ketika sampai dirumah, tepatnya di ruang keluarga, ayahnya bertanya “ rul, hendak kemana kamu akan meneruskan sekolah”, safarul menjawab dengan penuh percaya diri “aku mau ke smas sukma bangsa pidie yah. Sambil mondok, hehe.” “ya udah kalau begitu, ayah Cuma bisa mendo’akan dan membiayaimu saja, kamu kan sudah besar, jadi kamu harus bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Jangan lupa, belajar dan shalat tidak boleh kamu tinggalkan” , safarul menjawab dengan tegas “ Siap yah.”
Hari demi hari terus berlalu akhirnya sani masuk ke sekolah itu. Pada hari pertama dia minder, karena safarul adalah anak yang pemalu. Dia hanya terdiam di bangku tempat dia duduk.
Namun, setelah tiga hari di sekolah. Dia melihat seorang perempuan yang sangat anggun yaitu “yunisa” teman sekelasnya. Yunisa adalah anak seorang kiai desa seberang. Safarul berkata dalam benak hatinya “Subhanallah, kenapa hatiku dag dig dug seperti ini ya. Baru pertama aku merasakannya”. Tapi disisi lain hati safarul membantah “sabar safarul, jangan terburu-buru kamu menyukainya, kamu belum melihat gimana sifat yunisa itu.”
Bulan bersinar terang dan dibawahnya safarul, bg nas dan bg nok saling berbincang-bincang. Layaknya orang yang kurang kerjaan bg nas bertanya “menurut kalian, siapa orang yang paling cantik dikelas”, safarul menjawab dengan kencang “yunisa”. “kalau dikelas aku riani” jawab bg nok dengan santai. “cie-cie safarul, ada yang lagi jatuh cinta nih, semangat banget” sahut bg nok dengan tersenyum
Satu bulan safarul memperhatikan yunisa , safarul menyimpulkan bahwa yunisa itu sosok yang anggun, cantik, pintar, manis, pendiem, sholehah, taat sama agama, pokoknya dia adalah tipe perempuan idaman safarul banget. Safarul semakin yakin bahwa yunisa adalah perempuan yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.
Akan tetapi safarul tidak mau mengungkapkannya karena dia takut akan ditolak cintanya. Dia menyadari akan kelemahan dirinya jika dibandingkan kelebihan yang dimiliki yunisa. “Bagaikan pungguk merindukan bulan” ujar safarul dalam benak hatinya.
Pada suatu malam bg nas berbicara dengan safarul“rul, kenapa kamu kok nggak perjuangin cinta kamu”. Safarul menjabab dengan malas “bukannya ak nggak mau perjuanginnya, tapi aku takut menyakitinya”. “kalau begitu boleh nggak aku perjuangin hehe”, sahut bg nas. “boleh asalkan kamu jangan pernah buat dia sedih dan jangan pernah kecewain dia” jawab safarul dengan nada rendah dan di dalam hatinya dia sangat jengkel dengan bg nas.
Setelah berbincang-bincang dengan bg nas, safarul menjadi anak lang lebih banyak merenung. Setiap hari dia merenung, dia beranggapan bahwa mungkin dia dan yunisa itu tidak jodoh. Dan dia ingin melupakan yunisa dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dia mencoba untuk membuka hatinya untuk semua perempuan yang dianggap dia itu perempuan yang baik. Dia mencoba menggantikannya dengan si yunisa, tetapi dia merasa masih belum cocok. Kemudian ia memutuskan bahwa ia lebih baik menyendiri. Karena disatu sisi dia ingin memiliki yunisa tetapi disisi lain dia tidak mau menyakiti hati sahabatnya. Dia sangat bingung + bimbang.muslim berfikir dalam lubuk hati yang paling dalam “Cinta itu tidak harus memiliki, apapun akan aku lakukan asalkan dia bahagia, dalam hidup itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah, mungkin saat ini aku berada dalam posisi yang kalah, tapi lihatlah….. suatu saat nanti aku pasti akan menjadi seorang pemenang”.
Pada akhirnya dia menemukan “riani”. muslim berfikir “aku harus bisa melupakan yunisa, karena hidup itu tidak harus dalam keterpurukan, aku harus bisa melakukan pembaharuan”. Safarul berusaha dengan keras untuk melupakan yunisa dengan cara memperhatikan riani, akan tetapi sani merasa masih belum cocok dan kelihatannya rianin itu sedang jatuh cinta dengan orang lain. “sudah jatuh tertimpa tangga pula” itulah peribahasa yang cocok buat safarul.
Safarul memutuskan bahwa ia akan melampiaskannya dengan cara membaca buku karena dia beranggapan bahwa buku adalah teman, sahabat sekaligus kekasih yang paling setia, karena buku tidak mungkin mengingkari orang yang membacanya.
Semenjak saat itu sani menjadi anak yang lebih rajin dari sebelumnya, ia terus membaca buku. Bahkan buku yang tebal sekalipun hampir ia baca semuanya. Akhirnya sedikit demi sedikit nilainya naik.safarul memegang prinsip “mungkin aku boleh kalah dalam cinta, tapi aku tidak boleh kalah dalam hal lain”.
Saat kelas tiga S MA, safarul mendengar kabar bahwa bg nas ditolak yunisa karena yunisa lebih ingin fokus kedalam pembelajaran di bandingkan percintaan. Cinta safarul ke yunisa semakin membara. Semenjak itu sani menjadi anak yang periang. Karena ia masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan yunisa.
Ketika safarul dipanggil ke depan kelas untuk membacakan tugas, yunisa juga dipanggil, hati safarul merasa berdebar-debar. “rul, lihat bukunya dong jangan lihat yunisanya” ucap bg nas dengan suara sangat keras, safarul
tersipu malu dengan ucapan itu. Semua orang yang berada dalam kelas mengejek safarul“cie-cie safarul, ada yang lagi jatuh cinta ni ya…..”. safarul salah tingkah dengan kelakuannya.
safarul berasa bahwa dia sekarang dalam posisi yang menang.
Di hari berikutnya, safarul di ejek dengan teman temannya “safarul, dicariin yunisa tuh” walaupun kelihatannya dia marah tetapi didalam hatinya dia merasa sangat senang. Dan berkata dalam hati “Ya Allah semoga ejekan itu selalu ada dalam setiap hariku, karena itu adalah penyemangat hidupku”
Safarul mulai berfikir kedepan “sebelum aku mendapatkan yunisa aku harus bisa menjadi lebih baik deri hari kemarin. Kalau pemimpinnya masih kurang baik apa lagi orang yang dipimpinnya”. Mulai saat itulah safarul mulai mendisiplinkan untuk melaksanakan amalan sunah seperi shalat dhuha, puasa senin-kamis, shalat sunah kobliah-bakdiah, tahajud, shalat sunah istiaroh dan lain sebagainya. Dan dalam setiap do’anya “Ya Allah, kalau boleh aku meminta maka jodohkanlah aku dengan dia Ya Allah, karena dia adalah satu-satunya perempuan yang hamba cintai selain ibu hamba. Jagalah dia Ya Allah dari segala keterpurukan. Karena kebahagiaan dia kebahagiaan aku juga. Robbanaatinafiddunya hasanah wafilakhiroti hasanah wakinaazabannar. Amin amin ya robbal a’lamin”
Lama-kelaman banyak orang yang tahu bahkan hampir satu sekolahan tahu kalau safarul itu memendam rasa cinta kepada yunisa. Tetapi safarul tak perduli dengan itu. Karenya cintanya kepada sharia itu tulus karena Allah.
“cinta yang tulus karena Allah ialah suatu rasa dimana kita ingin selalu menjaga kesucian orang yang kita cintai sebelum akad di ucapkan.”
Sekian &
Terima Kasih…..