Sebagai seorang santri yang sedang menekuni pendidikan di pondok pesantren, anak saya dipercayakan untuk membantu mengajar anak-anak tingkat SMP disana. Namun beberapa hari yang lalu dia mengambil libur sesaat untuk pulang ke rumah, serta membawa pulang beberapa pekerjaan yang belum selesai dikerjakannya di dayah.
Ada sebuah tugas yang sedang dikerjakan sedikit mengundang rasa keingin-tahuan alias penasaran saya yaitu memeriksa lembaran-lembaran jawaban dari ujian yang dia berikan kepada murid-muridnya.
Duduk manis di ruang tengah rumah, dia mengamati dengan teliti satu persatu lembar jawaban tersebut.
Saya juga mendampingi tapi bukan untuk memeriksa jawaban anak-anak itu. Namun hanya membaca dan melihat-lihat saja.
Lembaran-lembaran jawaban yang diperiksa oleh anak saya adalah dari mata pelajaran bahasa inggris dan arab. Menurutnya ini adalah pelajaran yang menjadi favorit kebanyakan santri disana.
Tangan saya mengambil beberapa lembaran yang sudah diperiksa, hingga berhenti pada lembaran yang terakhir. Beberapa pertanyaan dijawab biasa saja dengan menggunakan bahasa inggris, tapi coba kalian amati, guys! Jawaban yg ini. Ha.. Ha.. Ha, saya ngakak terpingkal-pingkal. Entah karena sengaja atau kesal tidak bisa menjawab, si santri dengan polosnya menulis grandfather dengan jawaban nyeleneh ini. Kalian bisa lihat pada foto berikut ini :