Sekelumit kisah bagaimana saya mengenal Muhammadiyah, sebuah organisasi yang kemudian menjadi wadah gerakan saya.
Nama saya Sri Retno Yulianti, 39 tahun seorang istri dan ibu dari dua anak lelaki. #ThankstoMuhammadiyah
Saya lahir dan besar dalam lingkungan keluarga yang bukan religius. Kami beragama tapi sekedarnya saja. #ThankstoMuhammadiyah
Dua tahun lalu, melalui media sosial saya pertama kali mengenal Muhammadiyah. #ThankstoMuhammadiyah.
Sebelumnya saya sama sekali tidak tahu apa perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. #ThankstoMuhammadiyah
Pertama kali mengenal Muhammadiyah adalah karena rasa penasaranku pada cara beragama yang saya anut sebelumnya. #ThankstoMuhammadiyah.
Saat itu saya dalam pencarian. #ThankstoMuhammadiyah.
Saya baru saja dikenalkan dengan sunah, bahkan baru beberapa bulan saya pertama kali mengenal kata “bid’ah” . #ThankstoMuhammadiyah.
Pengajian Muhammadiyah yang pertama kali kuikuti adalah pengajian online yang diselenggarakan oleh PCIM Taiwan #ThankstoMuhammadiyah
Pengajian yang diisi oleh sekretaris umum Muhammadiyah, Bapak Agung Danarto. #ThankstoMuhammadiyah
Tema yang di usung "sifat sholat nabi" #ThankstoMuhammadiyah
Kajian tersebut disiarkan langsung melalui radio muhammadiyah. #ThankstoMuhammadiyah
Namun saya yang tidak bisa mengakses radio dari android, saya terpaksa mengikutinya lewat skype. #ThankstoMuhammadiyah.
Padahal seharusnya yang lewat skype hanya operator, moderator,dan nara sumber. demi kelancaran jaringan. #ThankstoMuhammadiyah
Malam itu bahkan saya berkesempatan menyampaikan pertanyaan langsung kepada nara sumber. #ThankstoMuhammadiyah
Saya masih ingat yang saya tanyakan adalah tentang perbedaan bacaan tahyat awal dan akhir. #ThankstoMuhammadiyah
Pertanyaan sayapun dijawab dengan sangat jelas oleh pak Agung Danarto #ThankstoMuhammadiyah
Sejak pengajian online malam itu saya jadi tertarik dengan Muhammadiyah. #ThankstoMuhammadiyah
Sya sangat bersemangat menantikan kajian online dari PCIM Taiwan @PCIMTaiwan yang diselenggarakan 2 pekan sekali. #ThankstoMuhammadiyah
Saya bahkan dengan senang hati ikut mengeshare poster poster kajian @PCIMTaiwan #ThankstoMuhammadiyah
Walaupun saya belum berani berkenalan dengan satu kaderpun dari @PCIMTaiwan #ThankstoMuhammadiyah
Saya juga belum punya teman satupun dari Muhammadiyah. #ThankstoMuhammadiyah
Saya hanya punya semangat yang besar untuk memperbaiki cara beribadah saya. #ThankstoMuhammadiyah
Saya merasa yakin dan punya harapan besar, muhammadiyah bisa membimbing saya. #ThankstoMuhammadiyah
Itulah kisah awal saya mengenal muhammadiyah, melalui @PCIMTaiwan #ThankstoMuhammadiyah