SOSIOLOGI ACEH
Sosiologi Aceh sangat sulit menemukan teori-teori sosiologi Aceh akan tetapi harus tetap dilakukan .Sedikit kita tau mengenai sosiologi ? sosiologi adalah kajian terukur dari masyrakat yang dijadikan pijakan oleh kebijakan pemerintah untuk mengambil pemikiran-pemikiran barat yang berbentuk kapitalisme dan kemudian diterapkan di timur. Sosiologi itu lahir ketika ada peristiwa-peristiwa yang saling berkaitan, ada lima kekuatan besar yang pada akhirnya memunculkan ilmu ini.
Pertama, dampak Revolusi Perancis 1789 dimana adanya teori tikus untuk merumuskan pengaruh-pengaruh dari peristiwa tersebut dan mereka berupaya untuk menyusun kembali masyrakat peristiwa dengan teori-teori ilmu sosial. Kedua, revolusi industri dan kemunculan kapitalisme. Proses borjuisasi masyarakat barat ini telah memaksa teori tikus untuk menemukan teori dari perpindahan masyrakat petani masyarakat industri yang digerakkan oleh mesin dan uang yang dihasilkan dari kapitalisme. Ketiga, kemunculan sosialisme ,sosialisme muncul dari akibat revolusi industri, para teoritikus salah satunya Marx,berupaya untuk memunculkan kritikan pedas pada kapitalisme yang melahirkan masyarakat sosiologis. Keempat, proses urbanisasi terjadi akibat dari revolusi industri,dimana orang-orang menyerbu kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan kita menjadi masyrakat baru yang masuk ke kota perlu tatanan yang baik ,dimana para teoritikus membenahinya dengan teori-teori mereka. Kelima, dari keempat proses tersebut ternyata sudah memiliki pengaruh pada religiusitas masyarakat barat sehingga para teoritikus banyak mengkaji lebih mendalam mengenai agama dalam kehidupan sosial.
Adapun beberapa istilah kunci atau pendekatan dalam sosiologis yaitu; fungsionalisme atau disebut dengan evolusi,dan fungsionalisme muncul dalam kajian sosiologi dan sosial antropologi yang menjelaskan isi sosial dalam bentuk fungsi yang mereka mainkan. Namun, pada sesuatu yang tidak baik,yang pada prinsipnya adalah untuk menjaga sesuatu yang baik contohnya larangan merokok juga bisa dijadikan proses berfikir fungsionalis misalnya,produksi rokok adalah untuk menjaga orang untuk berhenti merokok dan menjaga kesehatannya agar lebih baik. Model pemikiran yang seperti ini adalah menyerahkan penilaian baik dan buruk pada pelaku artinya manusia bebas berfikir melalui akal mana yang baik dan buruk dalam kehidupan mereka. Dan sejauh ini, penjelasan mengenai Aceh lebih banyak dikaji menurut kajian teori-teori ilmu dasar dan humaniora dari barat karena tampilan aceh harus cenderung masuk kedalam cara berfikir yang besifat eropa dan amerika sentries. Dan didalam membangun sosiologi Aceh itu dapat dilakukan metode perbandingan dan sejarah dan ada tiga hal yang pelu digali ketika sosiologi aceh ingin dimunculkan.
Pertama, menemukan kembali ruang imajinasi sosial yang bersifat keacehan dan ruang imajinasi ini perlu ditelaah secara multi disiplin. Kedua, menemukan kembali ruang yang aktif dan ruang progresif dalam bidang ruang kesadaran sosial masyarakat Aceh. Ketiga, perlu dicari lagi bagaimana format ruang kebathinan masyarakat Aceh ,yang nantinya akan memberikan pengaruh pada ruang yang sebelumnya. Ketiga hal inilah yang dapat membantu untuk membangkitkan spirit kajian sosiologi Aceh.karena,tiga ruang tersebut telah berjasa menemukan identitas keacehan didalam konteks kekinian.