ini kali pertama aku melihat sunrise di ketinggian ribuan kaki dari permukaan laut. Perjalanan menuju ke tempat ini pun butuh perjuangan karena harus berangkat pada pukul 02.00 pagi dari Kota Malang, Jawa Timur.
Kami menghabiskan waktu dua jam untuk tiba ke Bukit Cinta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tujuannya tidak lain ingin menyaksikan matahari terbit (sunrise) dibalik Gunung Api tersebut.
Aku tidak menyangka ternyata banyak orang yang ingin melihat langsung keindahan alam tersebut. Mungkin ada sekitar rarusan orang datang ke tempat ini hanya untuk menyaksikan matahari terbit.
Di tengah udara yang begitu dingin mencapai 7C, ternyata banyak orang yang menginginkan suasana ini. Aku salah satunya yang berada di tengah kerumunan orang ibarat pasar malam itu.
Dengan sabar kami menunggu keluarnya mentari dari tempat persembunyiannya. Sedikit demi sedikit pemilik cahaya itu keluar dengan sangat indah membuat semua mata terpana.
Bidikan kamera pun tak henti-hentinya menangkap momen indah ini. Mungkin ada puluhan kamera dari merek ternama manangkap gambar saat sang surya menampakkan wajahnya.
Aku pun ikut berpartisipasi untuk mengabadikannya melalui ponsel pintarku. Walau tak sesempurna kamera super canggih mereka, paling tidak aku juga bisa menyaksikannya langsung dengan mata kepala yang diciptakan oleh pemilik semesta.
Aku bersyukur bisa kemari dan menyaksikan keindahan alam ini. Semoga di lain waktu aku bisa kembali lagi ke tempat ini.