Burung pelatuk dan segala kelebihannya
Tahukah anda ?
Burung pelatuk adalah salah satu jenis burung langka yang ada di negeri kita. Ada beberapa jenis burung pelatuk, namun yang paling banyak dicari adalah pelatuk bawang berjari 3 biji. Ya, memang benar, jarinya cuma ada 3, depan 2 belakang 1. Pun jadi belakang seolah menemel ke betisnya. Jari-jari ini berfungsi sebagai alat pegangan saat dia menempel di batang pohon yang tegak, sambil paruhnya mematok-matok batang pohon untuk dilubanginya.
Burung pelatuk juga sering kita kenal sebagai Woody Woodpacker dalam film kartunBurung pelatuk yang termasuk dalam suku ordo piciformes ini mampu membenturkan kepalanya 20 kali per detik dan kelebihan dari burung ini adalah tidak merasa pusing saat membenturkan kepalanya tersebut. mengapa karena kepala burung pelatuk memiliki empat struktur di kepalanya yang membuat burung ini mampu meredam guncangan. peredam ini bahkan lebih kuat daripada manusia. kalau manusia mengalami gaya-G sebesar 80 - 100 bisa menyebabkan gegar otak maka burung pelatuk tidak akan mengalami hal tersebut walaupun ia membenturkan kepala dan paruhnya pada pohon, sebab kelebihan burung ini adalah mampu menahan gaya-G hingga 1.200. keempat struktur tersebut adalah paruhnya yang lentur dan kuat, kedua Hioid atau struktur tulang dan jaringan elastis yang melapisi tulang tengkoraknya, ketiga area bertulang rawan dalam tengkorak dan celah antara tengkoraknya serta otak yang berisi cairan serebrospinal.
Jika pada burung biasa pada waktu membenturkan kepala sebanyak 22kali perdetiknya maka otot akan mengalami konstraksi dan hal ini berdampak pada retina burung yang bisa pecah atau bahkan bisa membuat matanya keluar.
dengan dilengkapi kelebihan tersebut burung pelatuk mampu mematuk sebanyak 12.000 kali tiap harinya selama musim kawin, dan burung ini hanya mematuk dengan arah patukan lurus pada batang pohon serta sering bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya untuk mencegah trauma di kepalanya.
Burung pelatuk juga menggunakan paruhnya untuk membuat lubang yang lebih besar sebagai sarangnya sekitar 15-45 cm (6-18 inchi) di bawah permukaan yang dibuka. Sarang-sarang itu hanya dilapisi dengan keping-keping kayu dan menyimpan 2-8 telur putih yang dikeluarkan betinanya. Karena di luar jangkauan penglihatan, sarang ini tidak terlihat pemangsa dan telurnya tidak perlu dikamuflase. Rongga yang dibuat oleh burung pelatuk juga digunakan kembali sebagai sarang oleh burung-burung lain, seperti beberapa bebek dan burung hantu, dan mamalia, seperti tupai pohon.
TERIMAKASIH KARENA TELAH BERKUNJUNG