selamat pagi steemian...sisa hujan dini hari tadi masih menyisakan hawa dinginnya.mataharipun masih belum keluar sempurna.begitulah yang suasana yang kuhangatkan sembari minum kopi.
Minyak kayu putih..setiap orang pastilah tahu.minyak ini begitu merakyat mengisi dompet perbekalan ibu ibu hampir tiga dekade yang lalu.botol kecil yang mengisi kantong dan saku bapak bapak ketika keluar rumah dan perjalanan jauh atau luar kota.
bagi sebagian orang ini dianggap sebagai jimat mujarab.tapi bagi yang lain bisa mabuk juga dibuatnya,termasuk saya hehehe...tahun 90an ketika moda transportasi tidak sebanyak dan sebagus sekarang,ketika itu seperti biasa berangkat pagi berangkat sekolah.angkutan bus mini penuh sesak bercampur ibu ibu yang membawa barang bawaan dari pasar.tanganpun bergelantungan berhimpitan.
separuh jalan terlihat ibu sudah membuka botol ajaibnya,mungkin karena pusing. langsung bau menyengat yang sangat khas menusuk rongga ronga hidup.ibu ibunya seneng tapi aku....yang akhirnya tertular pusingnya padaku sambil coba ku tutup hidungku.dan ternyata tidak aku saja.beberapa penumpang yang lainpun terkena imbasnya.jadilah gerakan berjamaah menutup hidung sambil sekali kali tahan nafas.
sambil tangan bergelantungan berdesakan mata kami saling lirik karena merasakan beban derita yang sama.dan tidak sekali ini saja begitu hanpir tiap harinya setiap perjalanan di tempat tempat ngumpul,apalagi arisan ibu ibu..hahahaha..temen steemian apakah kalian mengalami seperti yang kurasakan? atau mungkin kalian juga pengguna minyak mujarab ini?
bergantinya waktu dan jaman pengguna minyak cap kampak ini semakin berkurang karena banyak produk produk baru dengan aroma yang lebih bersahabat.ini sedikit ceritaku tentang sang legenda pereda pusing kepala.
bojonggede - jabotabek - indonesia.