sampai kapan kau bersembunyi dalam goa,, hai pejalan sunyi? kalimat yang selalu aku ungkapkan untukmu.itu karena sudah lama bersembunyi dari dunia perupa yang hingar bingar memamerkan karyanya.seharusnya kau juga seperti itu.
entah apa jalan pikiranya?bahkan beribu jurusku tak mampu membongkar misteri di balik akal pikirnya.bujuk rayuku tak mempan ketika kutawarkan keluar dari rumah cangkangnya.kembali mengembara ke pentas yang biasa dia berada.
bahkan ketika karyamu ku puji,kau ayunkan kuas bututmu di kanvas yang sudah terbingkai dengan karyamu,seakan kau bilang "aku tidak membutuhkan puja pujimu" kau ingin mematahkan kagumku,sampai aku lelah memuji karyamu.
Dan kembali kau tertawa tebahak masuk dalam bilikmu yang kutahu berpuluh puluh kanvas dan hasil karyamu kau sembunyikan dari dunia.Mudamu pengelana rimba penuh warna,dari sanggar sanggar,galeri,pentas ke pentas yang menggambarkan kau Perupa.
kau sahabat yang tanpa melihatku bisa menggambarku,kutunggu lelahmu.sudah seharusnya dunia tahu karyamu yang sudah lama kau simpan dan pendam.banyak yang sudah menunggumu hai pejalan sunyi.
sedikit cerita tentang sahabatku KOMPET aku memanggilnya,seorang pelaku senirupa sejati yang sekarang aku menyebutnya Bertapa dari megahnya panggung seni.semoga dia kembali lagi ke dunia yang dulu membesarkan namanya.