Beberapa hari yang lalu, ada sebuah tulisan dari pemegang akun @anonymouss yang berjudul Kesalahan Fatal dalam Menentukan Pemenang Lomba # indonesiachallenge10 oleh Pihak Kurator Indonesia. Tulisan itu berupa kritik terhadap pelaksanaan # indonesiachallenge yang dinilai terlalu banyak melakukan kesalahan, terutama dalam penentuan pemenang.
Tulisan itu ramai diperbincangkan dalam komunitas Indonesia dan di kedai-kedai kopi. Tidak ada yang tahu siapa pemilik akun @anonymouss ini. Tapi beberapa Steemian yang saya kenal malah mencurigai saya sebagai pemilik akun itu. Saya terkejut dan tentunya terguncang. Steemian yang saya kenal itu juga mengatakan beberapa Steemian lain (yang saya tidak kenal) juga mencurigai saya.
Oh, saya hanya tertawa geli. Sebuah gelitikan yang sangat lucu bagi saya.
Ada tiga alasan utama kecurigaan mereka terhadap saya:
Mereka melihat pola dalam tulisan itu sama seperti yang saya lakukan. Aneh! Saya sendiri membaca tulisan itu dan secara tata bahasa juga banyak terdapat beberapa kesalahan. Sebuah kritik yang dilakukan terhadap kesalahan tata bahasa, tapi tulisan itu sendiri tidak luput dari beberapa kesalahan fatal. Saya tidak akan mendedah tulisan dari "sang tidak dikenal" itu, tapi Anda bisa membandingkan tulisan itu dengan beberapa tulisan yang saya tulis dalam bahasa Indonesia.
Saya dengan cepat merespon tulisan itu, memberikan upvote dan resteem, dan juga memberikan komentar. Saya merespon cepat karena saya takjub. Sangat jarang saya melihat Steemian Indonesia yang berani mengkritik kurator. Alih-alih ingin mengkritik, mereka malah memuji.
Mereka mengklaim bahwa hanya saya yang pernah terang-terangan mengkritik Kurator Indonesia beberapa bulan silam. Jadi untuk melancarkan kritikan selanjutnya, saya dicurigai membuat beberapa akun palsu untuk menyerang Kurator Indonesia dan Komunitas Indonesia.
Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak mempunyai waktu untuk mengelola banyak akun di Steemit untuk menyerang orang lain. Akun aktif saya hanya satu. Akun yang sedang Anda baca ini.
Penegasan lain adalah ada beberapa format dalam # indonesiachallenge yang pernah saya gariskan terdahulu. Saya pernah menjadi juri pada Indonesia Challenge 2 dan 3. Saya juga pernah membantu Kurator Indonesia dengan menulis beberapa postingan, dan tentu saya mendapatkan bayaran sebagai Ghost Writer.
Saya menyadari kalau ada beberapa Steemian dari Komunitas Indonesia yang tidak menyenangi saya karena saya pernah melaporkan beberapa akun plagiat kepada @steemcleaners. Saya baru mengetahui hal ini dari beberapa Steemian yang berasal dari Komunitas Indonesia yang dulu pernah saya ajak bergabung dalam platform ini.
Saya tidak pernah memusuhi Steemian Indonesia, dan apalagi kurator. Saya pernah bekerjasama dengan baik bersama mereka. Apalagi dua kurator bersaudara Indonesia itu, pernah menjadi teman diskusi saya untuk kemajuan Steemit Indonesia. Saya adalah orang yang sangat terbuka dalam platform ini. Saya tidak menyukai kebohongan atau rahasia-rahasia yang tak perlu untuk ditutup-tutupi. Platform ini sangat terbuka dan sangat sedikit kemungkinan untuk kita melakukan kebohongan.
Terlalu banyak drama dan sandiwara di sini. Terlalu banyak kepentingan yang membingungkan saya. Terlalu banyak keangkuhan dalam komunitas-komunitas di sini. Saya jenuh dan memilih untuk tidak terlibat dalam komunitas mana pun di sini.
Saya menulis ini karena tidak ingin dicurigai sebagai pemilik akun yang tidak dikenal.
Inilah saya dengan segala keterbatasan.