Setelah sebelumnya saya bercerita tentang rutinitas membuat video affiliate Shopee, kali ini saya ingin berbagi bagian yang mungkin lebih menarik: bagaimana hasil dari video-video tersebut setelah diunggah.
Saya melampirkan screenshot dari menu Laporan Performa Shopee Video. Data yang terlihat merupakan performa pada 20 September 2026 atau laporan untuk satu hari.
Bagi saya, laporan seperti ini cukup penting. Bukan hanya untuk melihat berapa uang yang didapat, tetapi juga untuk mengetahui apakah video yang dibuat benar-benar ditonton, diklik, dan menghasilkan pembelian.
Hasil Shopee Video saya dalam satu hari
Dari screenshot tersebut, berikut angka-angkanya:
Video dengan pendapatan: 2
Artinya, pada hari tersebut ada 2 video yang tercatat menghasilkan pendapatan.
Menariknya, tidak semua video yang kita buat harus langsung menghasilkan. Saya sendiri membuat banyak video setiap hari, sehingga memang ada video yang performanya bagus dan ada juga yang belum menghasilkan.
Ditonton: 20,5 ribu
Total video ditonton mencapai sekitar 20.500 kali.
Angka ini menunjukkan bahwa konten affiliate tidak hanya soal penjualan. Sebelum seseorang membeli, tentu ada proses yang dimulai dari melihat video terlebih dahulu.
Rata-rata durasi menonton: 29 detik
Rata-rata penonton bertahan sekitar 29 detik.
Bagi saya, angka ini juga menarik karena menunjukkan bahwa durasi tontonan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat video. Kalau orang langsung melewati video, tentu kesempatan mendapatkan klik dan penjualan juga semakin kecil.
Klik: 400
Dari sekitar 20,5 ribu tontonan tersebut, tercatat ada 400 klik.
Kalau dihitung sederhana, 400 klik dari 20.500 tayangan berarti sekitar 1,95% dari tayangan tersebut menghasilkan klik.
Jadi, selain membuat video agar ditonton, saya juga harus memikirkan bagaimana membuat orang tertarik untuk membuka produk.
Kemudian mulai terlihat hasil penjualannya
Di bagian Pesanan, tercatat ada:
9 pesanan
Kemudian:
9 produk terjual
Sedangkan jumlah pembeli sebanyak 8 orang.
Artinya, ada 8 pembeli yang menghasilkan total 9 produk terjual. Ini menunjukkan bahwa setidaknya ada pembeli yang membeli lebih dari satu produk.
Untuk nilai transaksi, laporan menunjukkan:
Penjualan: Rp311,3 ribu
Jadi total nilai penjualan yang tercatat dari performa tersebut sekitar Rp311.300.
Namun sebagai affiliate, angka ini perlu dibedakan dengan pendapatan kita sendiri.
Karena Rp311.300 bukan berarti uang yang masuk ke kantong saya sebesar itu.
Yang menjadi bagian affiliate adalah komisi.
Di laporan tersebut tercatat:
Komisi kotor: Rp10,4 ribu
Jadi komisi kotor yang tercatat sekitar Rp10.400.
Kalau dibandingkan dengan nilai penjualan Rp311.300, komisinya berada di kisaran 3,3% dari nilai penjualan tersebut.
Tentu angka komisi bisa berbeda-beda tergantung produk, program komisi, dan ketentuan yang berlaku.
⸻
Yang menarik justru grafiknya
Kalau melihat grafik penjualan pada screenshot, performanya tidak berjalan lurus sepanjang hari.
Ada waktu tertentu ketika penjualan meningkat cukup tinggi.
Bahkan terlihat ada lonjakan pada sekitar pukul 09.00, dengan grafik mencapai lebih dari Rp120 ribu.
Setelah itu turun kembali, kemudian muncul beberapa aktivitas penjualan pada sekitar siang dan malam hari.
Ini menjadi salah satu hal yang menarik dari bermain Shopee Video.
Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan sebuah video akan mendapatkan dorongan dan menghasilkan penjualan.
Video yang kita upload pagi hari bisa saja baru mendapatkan pembeli beberapa jam kemudian.
Karena itu saya tidak terlalu melihat satu video secara terpisah. Saya lebih suka melihatnya sebagai sebuah kumpulan konten.
Hari ini membuat 7 video.
Besok membuat lagi.
Lusa membuat lagi.
Semakin banyak video yang dibuat, semakin banyak pula peluang produk ditemukan oleh calon pembeli.
Tidak selalu harus viral
Dari pengalaman saya bermain affiliate, saya mulai memahami bahwa video dengan jutaan views bukan satu-satunya jalan untuk mendapatkan komisi.
Video dengan jumlah penonton yang tidak terlalu besar pun bisa menghasilkan penjualan jika orang yang melihat memang sedang membutuhkan produknya.
Sebaliknya, sebuah video bisa mendapatkan banyak penonton tetapi belum tentu menghasilkan pembelian.
Jadi ada beberapa tahapan yang saya perhatikan:
Ditonton → menarik perhatian → diklik → produk dilihat → terjadi pembelian.
Setiap tahap mempunyai tantangannya sendiri.
Karena itu saya terus mencoba berbagai jenis video dan berbagai produk.
⸻
Bagi saya, affiliate adalah permainan konsistensi
Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya berusaha membuat setidaknya 7 video affiliate setiap hari.
Kalau dihitung dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai ratusan video.
Tidak semuanya berhasil.
Tidak semuanya mendapatkan banyak views.
Tidak semuanya menghasilkan komisi.
Tetapi justru dari situlah saya belajar.
Ada video yang saya kira biasa saja ternyata menghasilkan penjualan. Ada juga video yang menurut saya sudah bagus tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Lama-kelamaan saya mulai belajar membaca pola.
Produk apa yang menarik.
Jenis video seperti apa yang lebih mudah mendapatkan perhatian.
Bagaimana membuat pembukaan video yang tidak langsung dilewati.
Dan bagaimana membuat orang tertarik untuk melihat produk lebih lanjut.
Itulah pengalaman yang saya dapatkan dari bermain Shopee Affiliate Video.
Bukan hanya soal mendapatkan komisi, tetapi juga belajar membuat konten dan memahami bagaimana sebuah produk bisa ditemukan oleh calon pembeli.
Screenshot yang saya lampirkan ini menjadi salah satu catatan perjalanan saya.
20,5 ribu tayangan → 400 klik → 9 pesanan → 9 produk terjual → Rp311,3 ribu penjualan → Rp10,4 ribu komisi kotor.
Angkanya mungkin terlihat sederhana.
Tetapi bagi saya, di balik angka tersebut ada proses membuat konten setiap hari.
Dan besok?
Bikin video lagi. 😄
Karena dalam affiliate, saya percaya satu hal sederhana:
Kita tidak pernah tahu video mana yang akan bekerja sebelum kita benar-benar membuatnya.