Pendidikan merupakan sebuah proses sistemik untuk mempersiapkan kepribadian seorang dengan idealitas yang didasarkan pada tata nilai yang di anut oleh masyarakat. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang regilius dengan umat islam sebagai mayoritas, pendidikan merupakan media untuk mewujudkan kepribadian yang mendasarkan pada nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Kepribadian yang dibangun dengan pondasi iman dan taqwa di harapkan akan membuahkan sosok yang cerdas dan terampil.
Kebudayaan merupakan salah satu aspek penting dalam masyarakat yang didalamnya mengandung dimensi yang amat luas menyangkut sendi-sendi dasar pembangunan masyarakat. Kebudayaan merupakan cerminan tingkat kualitas manusia dan aktualisasi potensi kemanusiaan seseorang. Dapat di artikan bahwa kualitas kebudayaan dalam masyarakat merupakan produk dari anggota masyarakat yang berkualitas pula.
Pemuda/Pelajar dalam hal ini merupakan subjek pendidikan dan dakwah yang potensial. Mereka adalah calon pemimpin dan pelaku utama sejarah yang akan mengendalikan dan membangun peradaban manusia. Pemuda/Pelajar adalah asset masa depan. oleh karena itu, keberadaanya harus di perhatikan secara professional. Mereka adalah para intelektual yang berperan sebagai agent of change, untuk di perlukan pembinaan yang sistematis, komprehensif, dan teruji. Juga untuk tercapinya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan.
Dalam pendidikan sekurang-kurangnya ada 3 landasan yang perlu dipertimbangkan, yaitu landasan filosofis, psikologi dan social budaya. Landasan filosofis perlu karena filsafat memberikan arah kemana perserta didik akan dibawa, atau sosok manusia bagaimana yang akan dihasilkan melalui pendidikan tersebut, dan karena itu pendidikan harus berlandaskan pada filsafat yang dianut oleh masyarakat dan bangsa itu. Karena itu filsafat pendidikan sangat perlu untuk menentukan arah dan tujuan pendidikan dalam menyusun kurikulum. Setiap tingkah laku pendidikan dan guru adalah terjemahan dari sebuah filsafat pendidikan. Landasan psikologis perlu karena pendidikan menyangkut faktor psikologis, terutama mengenai bagaimana perkembangan seorang anak, bagaimana minat dan motivasinya, dan berbagai aspek kejiwaan lainnya, sehingga pengetahuan tentang hal itu akan sangat membantu pendidik anak itu. Landasan sosial budaya perlu karena pendidikan itu berlangsung dalam masyarakat yang memiliki dan mendukung nilai –nilai sosial budaya tertentu, dan karena itu pendidikan dalam suatu masyarakat harus relevan dengan nilai sosial budaya masyarakat.