Ketika imam syafi'i muda masih menuntut ilmu ia pernah mengeluh kepada gurunya.
“Wahai Guru Ku. Mengapa ilmu yang kukaji susah kupahami dan bahkan aku cepat lupa?”
Sang guru menjawab dengan senyumannya,
“Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.”
Yg bermakna ilmu tidak akan menerangi hati yang kotor dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan terheran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis ta’lim dan pengajian, tetapi akhlak budinya tetap buruk.
itu semua kerena hatinya tidak bisa diterangi oleh ilmu. Bagikan air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Bagimana mungkin sinar atau cahaya bisa menembus dan menerangi isi gelas.
Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar bermaksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati kita...
Semoga di jumat barakah ini kita bukan bagian dari orang2 yg bermaksiat itu.
@imranzaky
@ichsan23
@faizahmerdu
Kiban na krak