Salam hangat buat steemian semuanya
Perkenankan saya untuk bercerita tentang Tsunami dan Konflik Aceh, karena setiap tanggal 26 Desember merupakan ulang tahun Tsunami di Aceh. Kita ketahui bahwa ada kaitan antara tsunami dan konflik, karena akibat daripada tsunami telah melahirkan sebuah perjanjian damai antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam sebuah nota kesepahaman yang disebut dengan MoU Helsinky.
Akibat daripada Tsunami ribuan rumah hancur, puluhan ribu masyarakat Aceh meninggal dunia, begitu juga dengan harta bendanya, sehingga pemerintah Republik Indonesia harus meminta bantuan kepada pihak luar, baik melalui NGO atau pemerintah untuk memulihkan kondisi Aceh yang luluh lantak. Kendati Pemerintah RI sendiri juga menggelontorkan dana yang signifikan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekontruksi pasca tsunami.
Pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memacu pembangunan infrastruktur pasca tsunami, walau ada kendala sana sini pasca rehab rekon bisa dimaklumi, karena persoalan yang sangat komplek.
Kerja BRR waktu itu bisa dibilang selesai, hampir semua rumah korban tsunami terbangun, mesjid, menasah, pesantren, balai pengajian, jembatan dan sarana transportasi lainnya. Semua sudah rampung.
Korban Konflik Masih Terkatung-katung
Bukan hanya persoalan tsunami yang perlu di tuntaskan pemerintah Aceh dan Pemerintah pusat. Setelah semua persoalan yang menyangkut dengan tsunami selesai, ada sebuah Pekerjaan Rumah (PR) yang juga harus dituntaskan sebenarnya, yaitu masalah korban konflik.
Ribuan nyawa yang hilang akibat konflik yang terjadi di Aceh sejak tahun 1976-2005, belum ada solusi yang tepat untuk penyelesaiannya, hingga akhirnya di bentuklah lembaga Komisi Kebenaran dan rekonsiliasi (KKR), lembaga ini nantinya akan menjadi wadah bagi korban konflik untuk bisa menceritakan peristiwa yang di alaminya pada waktu konflik, tentang pelaku apa saja yang di dapatkan pada waktu itu.
Beberapa waktu lalu kami yang tergabung dalam korban konflik seluruh Indonesia bertemu dalam sebuah forum di Jakarta yang digagas oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKA), dalam forum tersebut semua korban konflik mengharapkan tanggung jawab pemerintah untuk mengakui kesalahannya.
Dalam forum itu hadir perwakilan korban dari NTT, Jogja, Lampung, Medan dan Juga Aceh, hampir rata-rata dari mereka belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah, berbeda dengan Aceh dalam hal ini, kalau di Aceh pemerintah telah menginisiasi dalam mencoba menangani persoalan konflik Aceh melalui sebuah Badan yang bernama Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA), namun belum maksimal sebagaimana yang diharapkan korban.
Pembentukan lembaga BRA hanya tertangani sebahagian masalah saja, hampir 70% tidak tepat sasaran. Walau sebenarnya yang diharapkan koban adalah sebuah keadilan, tapi seharusnya BRA bisa melihat jelas bahagian daripada kebutuhan korban.
Hingga hari ini masalah penangan korban konflik Aceh masih belum memuaskan korban, telah berulang kali terjadi pergantian kepala Daerah di Aceh, namun tidak seorang pun dari mereka yang konsen berbicara tentang korban konflik.
Semoga kerja komisioner KKR dapat menjawab masalah yang di hadapi korban.
Together we can. The spirit of Teamwork NSC is the most important
Thank you to Curator Indonesian @aiqabrago,
@levycore and Curator Gaming
@jodipamungkas,
@playfulfoodie.
Contact me on discord
NSC https://discord.gg/cdBc8y4
and
Indonesian Steemit https://discord.gg/AkATAaZ
With the cooperation of Indonesian Curator and Team Work NSC, we will be able to provide useful works for all.
Tim Kerja NSC
@steem77
@safwaninisam
@binjeeclick
@abunagaya
@bukharisulaiman
@bukhairidin
@rayfa
@enzasteem
@hasanuddin
@taministy
@mushthafakamal
@silvia
@dodybireuen
@munawir91
@ridwant
@steemvest17
@fujaxxi
@barzah etc.
Best Regards Steemit Indonesia
Bila tertarik dengan konten saya follow saya di @steem83