Tumpukan limbah besi tua, 'setua kepekaan mereka'

Words
212
Reading
1 min
Listen
Play
9y

Tumpukan besi tua ini menyisakan kisah cerita 46 tahun silam di kota kediaman saya saat ini. Lhokseumawe menjadi sebuah kota kecil di Aceh yang pernah melewati masa keemasannya di era industri gas pada saat ditemukannya sumber cadangan gas alam dari dalam perut bumi dan ladang gas lepas pantai NSO (North Sumatra Offshore) yang berada di Selat Malaka.

IMG-20170805-WA0029.jpg

Foto tumpukan mobil tua ini di ambil dari dalam kilang eks PT. Arun yang tidak begitu jauh jaraknya dari kediaman saya. seluruh alat dan kendaraan bekas operasional perusahaan telah berstatus milik pemerintah dibawah pengawasan Dirjen Kekayaan Negara dan yang di kelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

IMG-20170805-WA0034.jpg

Besi tua yang sudah tergolong limbah ini dapat diusulkan agar digunakan untuk mendanai kepentingan sosial khususnya yang berdampak positif bagi masyarakat disekitar eks kilang PT Arun. seperti yang pernah saya tulis 5 bulan lalu tentang "Kuala Dangkal di sisi proyek Vital"

IMG-20170805-WA0027.jpg

Bila seluruh limbah besi tua bekas tersebut di lelang untuk dijual, mengambil sebagian kecil saja sudah cukup untuk mendukung program revitalisasi kuala mamplam untuk para nelayan seperti yang telah saya ceritakan pada post tautkan di atas.

Tapi.. apakah mereka para pemangku kepentingan berfikir seperti itu, saya yakin tidak, karena sudut pandang dan kepekaan sosial mereka begitu 'kusam' seperti tumpukan besi tua yang berkarat.

Sudahlah, 01-01-2018
By sofda@sofda

Tumpukan limbah besi tua, 'setua kepekaan mereka' | Ecency