Pada kesempatan ini saya Akan mereview volume kedua bab 17 mengenai soaiologi Aceh, bagaimana sosiologi sebenarnya dalam kehidupan sehari hari seseorang tidak terlepas dari aktivitas nya setiap aktivitas Yang dilakukannya pastinya berbeda antara satu dengan orang lain.
Sosiologi Aceh muncul Karena adanya penjelasan penjelasan dari suatu kejadian, sehingga Akan muncul penjelasan dari suatu kejadian. dalam bab ini, diuasahakan untuk menemukan bagaimana konsep sosiologi Aceh Yang merupakan salah satu dari pembidangan ilmu dalam Acehnologi. Harus diakui bahwa dominasi kajian mengenai penjelasan ke Aceh an lebih banyak ditonjolkan melalui perspektif sejarah Dan antropologi. Karena itu, upaya untuk menemukan bagaimana konsep sosiologi Aceh, tidaklah mudah mengingat ranah sosiologi lebih banyak melihat apa Yang terjadi di kawasan urban, Yang Sudah mengalami proses modernisasi.
Sosiologi lahir ketika ada beberapa peristiwa Yang sailing terkait. Paling tidak, ada Lima kekuatan besar Yang memunculkan kelahiran ilmu ini. Pertama, dampak revolusi perancis pada 1789 dimana munculnya para teoritikus untuk merumuskan pengaruh pengaruh dari peristiwa tersebut. Mereka berupaya untuk menata kembali masyarakat peristiwa tersebut dengan teori teori ilmu sosial. Kedua, revolusi industrial Dan kemunculan kapitalisme. Ketiga, kemunculan sosiolisme walaupun ini melahirkan pemikiran komunis, tetapi Yang paling sering dimunculkan adalah sosialisme. Keempat, proses urbanisasi Yang terjadi akibat dari revolusi industri, dimana masyarakat beramai ramai menyerbu kota untuk mendapatkan penghidupan Yang lebih baik. Kelima, keempat proses tersebut ternyata telah memiliki pengaruh pada religiusitas masyarakat Barat. Karena itu hampir semua teoritikus awal sosilogi memiliki perhatian Yang amat dalam kehidupan sosial.
Adapun kata sosiologi pertama Kali ditemukan oleh Comte pada tahun 1822. Terlebih dahulu Comte menggunakan istilah fisika sosial, Yang merupakan pengaruh dari natural science Yang berkembang saat Comte hidup. Pada awalnya sosiologi di tangan comte lebih memfokuskan pada struktur sosial Dan perubahan sosial. Membahas teori dalam sosiologi pada prinsipnya sama seperti dalam ilmu tafsir. Dimana konsep harus dijabarkan sesuai dengan berikut dengan alasan alasan pembenarannya.
Jadi, teori ini sebenarnya ingin menegaskan bahwa dalam kehidupan sosial ada banyak fungsi sosial Yang harus dikerjakan oleh orang Yang paham akan pekerjaan tersebut. Karenanya, kalangan fungsionalis ini lebih melihat sesuatu itu berfungsi Dan dengan begitu sistem Sudah berjalan. Disamping itu, adanya sanksi dalam masyarakat untuk menunjukkan batas normatif sehingga masyarakat baru tersebut bisa berjalan dengan baik.
Dalam pemikiran sosiologi, dialektika digunakan karena ada dua alasan utama. Pertama, metode dialektika tidak menganalisa secara sederhana yaitu satu arah atau faktor sebab akibat dalam melihat dunia sosial. Kedua, dalam pemikiran Marx, melalu dialektika fakta sosial tidak dapat dipisahkan dengan nilai nilai sosial. Dengan kata lain, dialektika terjadi saat ada hubungan sosial atau relasi sosial dalam masyarakat. Mereka juga tidak melihat relasi sosial Yang terjadi saat ini, tetapi juga relasi sosial Yang pernah terjadi sebelumnya Dan Yang Akan datang.
Sejauh ini, penjelasan mengenai Aceh lebih banyak dikaji atau dianalisa menurut teori teori ilmu sosial Dan humaniora dari Barat. Karena nya, tampilan Aceh cendrung harus masuk dalam framework cara berfikir Yang bersifat Eropa Dan Amerika sentris. Sejak tahun 1974, di Banda Aceh telah dilaksanakan pelatihan ilmu ilmu sosial Yang didanai oleh pihak intenasional (the Ford foundation), terhadap peneliti peneliti dari Indonesia, tidak terkecuali dari Aceh.