Dari 55 Ribu Views ke 477 Klik: Catatan Shopee Affiliate Saya 28–29 September 2026
Saya kembali melanjutkan catatan perjalanan bermain Shopee Affiliate Video.
Sebelumnya saya sudah membagikan beberapa laporan, mulai dari tanggal 22, 23, dan 25 September. Pada tanggal 25, bertepatan dengan momentum PayDay Sale, performanya sempat melonjak cukup tinggi.
Kali ini saya ingin melihat apa yang terjadi beberapa hari setelahnya, tepatnya 28 dan 29 September 2026.
Menariknya, ada satu hal yang cukup membuat saya berpikir:
Jumlah penonton turun, tetapi beberapa angka yang berhubungan dengan transaksi justru naik.
Performa 28 September
Pada 28 September, laporan Shopee Video saya menunjukkan:
Video dengan pendapatan: 6
Ditonton: 55,5 ribu
Rata-rata durasi menonton: 1 menit 8 detik
Klik: 437
Pesanan: 14
Produk terjual: 33
Penjualan: Rp767 ribu
Komisi kotor: Rp28,7 ribu
Pembeli: 14 orang
Kalau hanya melihat jumlah views, sebenarnya angka 55,5 ribu cukup lumayan.
Tetapi dari 55,5 ribu tayangan tersebut tercatat 437 klik dan 14 pesanan.
Kemudian pada tanggal berikutnya, saya melihat perubahan yang cukup menarik.
Performa 29 September
Pada 29 September:
Video dengan pendapatan: 7
Ditonton: 33,8 ribu
Rata-rata durasi menonton: 1 menit 21 detik
Klik: 477
Pesanan: 20
Produk terjual: 52
Penjualan: Rp1,1 juta
Komisi kotor: Rp42,8 ribu
Pembeli: 20 orang
Nah, di sinilah menariknya.
Views turun cukup jauh:
55,5 ribu → 33,8 ribu
Tetapi klik justru naik:
437 → 477
Pesanan juga naik:
14 → 20
Produk terjual:
33 → 52
Penjualan:
Rp767 ribu → Rp1,1 juta
Dan komisi kotor:
Rp28,7 ribu → Rp42,8 ribu
Jadi meskipun jumlah orang yang menonton lebih sedikit, aktivitas transaksinya justru lebih tinggi.
⸻
Kalau dibandingkan langsung
28 September:
55,5K views
437 klik
14 pesanan
33 produk
Rp767K penjualan
Rp28,7K komisi
29 September:
33,8K views
477 klik
20 pesanan
52 produk
Rp1,1JT penjualan
Rp42,8K komisi
Perubahan dari 28 ke 29 September:
Views: -39%
Klik: +9%
Pesanan: +43%
Produk terjual: +58%
Penjualan: +47%
Komisi kotor: +49%
Pembeli: +43%
Rata-rata durasi menonton juga meningkat dari 1 menit 8 detik menjadi 1 menit 21 detik.
Buat saya, bagian ini justru lebih menarik daripada sekadar melihat jumlah views.
⸻
Views Turun, Tapi Penjualan Naik
Ini salah satu hal yang semakin saya pahami setelah beberapa waktu bermain affiliate.
Awalnya mungkin kita berpikir:
Semakin banyak views = semakin banyak penjualan.
Ternyata kenyataannya tidak sesederhana itu.
Pada 28 September, saya mendapatkan 55,5 ribu views.
Pada 29 September hanya 33,8 ribu.
Tetapi penjualan justru naik dari Rp767 ribu menjadi Rp1,1 juta.
Klik juga naik dari 437 menjadi 477.
Artinya, jumlah penonton memang penting, tetapi siapa yang menonton dan seberapa besar ketertarikannya terhadap produk juga sangat berpengaruh.
Bisa saja 50 ribu orang melihat sebuah video, tetapi hanya sedikit yang tertarik membuka produk.
Sementara video lain mungkin hanya ditonton 30 ribuan orang, tetapi penontonnya lebih tertarik dan akhirnya menghasilkan lebih banyak transaksi.
⸻
Kalau Dibandingkan dengan PayDay Sale
Saya juga mencoba melihatnya bersama catatan tanggal 25 September yang sebelumnya sudah saya bagikan.
Pada 25 September, saat momentum PayDay Sale:
39,7K views
455 klik
23 pesanan
78 produk terjual
Rp1,4 juta penjualan
Rp58,7 ribu komisi kotor
Kemudian 28 September:
55,5K views
437 klik
14 pesanan
33 produk terjual
Rp767 ribu penjualan
Rp28,7 ribu komisi
Dan 29 September:
33,8K views
477 klik
20 pesanan
52 produk terjual
Rp1,1 juta penjualan
Rp42,8 ribu komisi
Jadi sejauh catatan saya, 25 September masih menjadi hari dengan lonjakan transaksi paling besar, terutama karena 78 produk tercatat terjual.
Tetapi tanggal 29 juga menarik karena dengan views yang lebih rendah, klik justru menjadi yang tertinggi dari tiga tanggal tersebut.
⸻
Saya Mulai Melihat Affiliate sebagai Proses Belajar Data
Saya tidak hanya melihat berapa rupiah komisi yang didapat.
Saya mulai memperhatikan hubungan antara satu angka dengan angka lainnya.
Views → klik → pesanan → produk terjual → penjualan → komisi.
Dari sana saya bisa melihat apakah sebuah konten hanya ramai ditonton atau benar-benar mampu membawa orang sampai ke produk.
Shopee sendiri menjelaskan bahwa Laporan Performa memang digunakan affiliate untuk melihat berbagai metrik seperti klik, pesanan, produk terjual, pembeli, hingga komisi kotor. Shopee juga mengingatkan bahwa komisi kotor di laporan performa masih berupa estimasi bruto dan dapat berubah setelah proses validasi.
Jadi angka yang saya tulis di sini saya anggap sebagai catatan performa dari dashboard, bukan angka penghasilan bersih yang sudah final.
⸻
Terus Membuat Video
Inilah alasan saya tetap berusaha membuat video setiap hari.
Saya tidak pernah tahu video mana yang nantinya mendapatkan penonton banyak.
Saya juga tidak tahu video mana yang akhirnya menghasilkan pesanan.
Bahkan dari data yang saya lihat sendiri, jumlah views yang lebih tinggi tidak selalu menghasilkan penjualan yang lebih tinggi.
Karena itu saya lebih memilih terus mencoba.
Buat video.
Upload.
Lihat hasilnya.
Pelajari angkanya.
Kemudian buat video berikutnya.
Dari tanggal 22, 23, 25, kemudian 28 dan 29 September, saya mulai melihat bahwa perjalanan Shopee Affiliate memang naik turun.
Ada hari yang tinggi.
Ada hari yang turun.
Ada momentum PayDay.
Ada hari ketika views besar.
Ada pula hari ketika views turun tetapi transaksi justru membaik.
Dan mungkin justru di situlah menariknya bermain affiliate.
Kita bukan hanya membuat video untuk mendapatkan views, tetapi perlahan belajar memahami apa yang terjadi setelah seseorang menonton video tersebut.
Besok?
Ya, bikin video lagi. 😄
Karena saya masih ingin melihat, dari sekian banyak video yang saya buat setiap hari, video mana yang akhirnya bekerja paling baik.