Tahu kemana dia bermuara

Words
406
Reading
2 min
Listen
Play
9y

image
Beberapa bulan ini, hampir setiap hari , aceh utara dan sekitarnya diguyur oleh hujan. Kadang bisa dalam bentuk gerimis manis yang romantis, di lain waktu hujan turun seperti air yang dicurahkan dari langit. Hujan dan air selalu menyibakkan misteri dan inspirasi. sahabat pasti mengenal bau tanah basah setelah hujan. Bagi saya, bau tanah basah setelah hujan adalah bau yang sangat eksotis. bukan tanah yang berada di dekat selokan kotor ya, perpaduan antara tanah yang basah tanah dengan rerumputan akan menciptakan sensasi bau yang benar-benar membangkitkan imajinasi.
image image
Seperti hujan pada malam ini, dari pinggir jalan medan banda aceh saya memerhatikan aliran air yang memenuhi selokan. Kemudian ia mengalir entah ke mana. Setelah hujan agak reda, air pun mengalir dari dedaunan dan jatuh kembali ke tanah. Sepertinya karena terlalu memerhatikan perilaku air, muncul beberapa imajinasi saya tentang air yang amat mulia ;
image
Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Kalau saya tidak salah ingat, dahulu saya mendapatkan pelajaran mengenai sifat-sifat air ketika duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Salah satu sifat tersebut adalah perilaku air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Kecuali di zaman modern ketika mesin pompa sudah ditemukan, pada zaman dahulu tentu amat susah untuk menaikkan air dari tanah ke permukaan yang lebih tinggi.

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Cobalah Anda buat sebuah kotak kedap air yang bersekat tapi memiliki celah. Kemudian isi kotak tersebut dengan air. Air pasti akan berusaha memenuhi kotak tersebut dengan wujudnya. Perlahan tapi pasti, melalui celah antar sekat, air akan mengisi kotak tersebut hingga

Ketiga, air selalu mengalir ke muara. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani daril perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu.

Sahabat ssteemit, itulah beberapa fimajinasi saya tentang air pada malam ini.
Dewantara, 02 januari 2018 pukul 21.15 wib.

Tahu kemana dia bermuara | Ecency