KERUSAKAN MORAL DI INDONESIA

Words
794
Reading
4 min
Listen
Play
9y

kerusakan-moral.jpg
Akhir-akhir ini moral moral remaja tersebar luas. Tapi kerusakan moral remaja sejati telah terjadi sejak dulu. Ada banyak deskripsi ahli agama dan pendidikan yang sedang mengeksplorasi dan membahas penghinaan moral di Indonesia pada khususnya. Delusi remaja seperti jalan yang tidak akan pernah pecah. Yang satu berhenti, dan sekali lagi jenis baru kenakalan remaja. Di era globalisasi saat ini, semua teknologi yang lebih canggih dan banyaknya kemudahan yang bisa membuka celah bagi remaja untuk melakukan hal negatif. Belum lagi gaya hidup modern dengan pengaruh budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia membuat remaja di Indonesia semakin banyak hal negatif yang tentunya mengganggu berbagai lapisan masyarakat.
Delusi remaja umumnya dilakukan oleh remaja yang menjalani proses perkembangan jiwa mereka. Terkadang kenakalan juga dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor orang tua dan lingkungan yang merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kemunculan kenakalan remaja saat ini. Faktor pengasuhan yang orang tua tahan terhadap anak mereka menimbulkan dampak negatif karena anak biasanya memberontak dan bersikap negatif. Selain itu, hubungan antara orang tua tidak harmonis untuk membuat psikis anak serta emosi anak menjadi tidak stabil, yang menyebabkan anak melakukan sesuatu yang negatif karena di rumah tidak ada panutan untuk dirinya sendiri. Selain itu untuk remaja yang biasanya bosan dengan kondisi rumah, memilih untuk tenang dengan minuman keras dan melakukan kenakalan lainnya sebagai bentuk protes dan pemberontakan melawan kondisi keluarga tidak seperti yang mereka harapkan. Pengaruh lingkungan juga merupakan alasan terkuat mengapa kenakalannya tidak kalah dan semakin banyak, hal ini karena kerugian para remaja saiga ini. Terkadang kita tidak dianggap slang saat kita tidak minum alkohol atau bahkan yang saat ini terlalu berlebihan. Perselingkuhan yang berlebihan ini adalah salah satu efeknya, jatuhnya nilai moral, etika dan agama remaja Indonesia. Saya jarang bertemu murid smp dan smu yang berkencan tapi dengan cara yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan juga merupakan alasan terkuat mengapa kenakalannya tidak kalah dan semakin banyak, hal ini karena kerugian para remaja saiga ini. Terkadang kita tidak dianggap slang saat kita tidak minum alkohol atau bahkan yang saat ini terlalu dilebih-lebihkan. Perselingkuhan yang berlebihan ini adalah salah satu efeknya, jatuhnya nilai moral, etika dan agama remaja Indonesia. Saya jarang bertemu murid smp dan smu yang berkencan tapi dengan cara yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan juga merupakan alasan terkuat mengapa kenakalannya tidak kalah dan semakin banyak, hal ini karena kerugian para remaja saiga ini. Terkadang kita tidak dianggap slang saat kita tidak minum alkohol atau bahkan yang saat ini terlalu dilebih-lebihkan. Perselingkuhan yang berlebihan ini adalah salah satu efeknya, jatuhnya nilai moral, etika dan agama remaja Indonesia. Saya jarang bertemu murid smp dan smu yang berkencan tapi dengan cara yang tidak sehat. Terkadang kita tidak dianggap slang saat kita tidak minum alkohol atau bahkan yang saat ini terlalu dilebih-lebihkan. Perselingkuhan yang berlebihan ini adalah salah satu efeknya, jatuhnya nilai moral, etika dan agama remaja Indonesia. Saya jarang bertemu murid smp dan smu yang berkencan tapi dengan cara yang tidak sehat. Terkadang kita tidak dianggap slang saat kita tidak minum alkohol atau bahkan yang saat ini terlalu berlebihan. Perselingkuhan yang berlebihan ini adalah salah satu efeknya, jatuhnya nilai moral, etika dan agama remaja Indonesia. Saya jarang bertemu murid smp dan smu yang berkencan tapi dengan cara yang tidak sehat.
Runtuhnya nilai-nilai agama, etika dan moral bangsa tentu membuat kita sedih. Bagaimana tidak, masa depan yang seharusnya sudah tergantung pada remaja generasi bangsa sekarang yang sekarang tidak tahu harus bergantung pada siapa lagi. Ya, semua ini tak lain adalah moralitas bangsa yang tidak sesuai dengan moral bangsa Indonesia dan ajaran agama. Dalam semua agama itu tentu mengajarkan hal-hal yang baik, namun karena kurangnya pengetahuan tentang sains religius membuat mereka bertindak tanpa pamrih tanpa peran dan bimbingan.
Etika adalah perbuatan baik dan buruk kemanusiaan berdasarkan pada pikiran manusia itu sendiri. Moral adalah ilmu tentang kebiasaan manusia yang baik berdasarkan tradisi masyarakat. Moralitas adalah perilaku seseorang yang didasarkan pada kesadaran yang baik yang dimotivasi oleh keinginan hati dan selaras dengan penalaran. Persamaan etika moral dan moral sama-sama menangani perilaku baik dan buruk.
Juliana-Sophie-evans dan zeyna seksi_1.jpg
Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan remaja
  2. Seks pra nikah dan kehamilan memang tidak keren
  3. Aborsi 2,4 jt: 700-800 ribu adalah remaja
  4. Mmr 343 / 100.000 (17.000 / tahun, 1417 / mo, 47 / hr wanita meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan.
  5. Hiv / aids: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% remaja
  6. Miras dan obat-obatan terlarang.
    index.jpg
    Tentu, sangat menyedihkan melihat semua kondisi remaja saat ini. Remaja yang seharusnya menjadi pilar kontinuitas masyarakat Indonesia sebenarnya merugikan moral bangsa Indonesia sendiri. Moral dan etis sebagai tolok ukur khas suatu bangsa, mulai menurun akibat pengaruh budaya barat. Dalam agama Islam jelas bahwa beberapa hadis dan firman Allah yang mengatakan tentang karakter orang baik dan buruk itu. Berdasarkan pengaturan atau standar ukuran baik atau buruk yang digunakannya.