membangun bus ini sendiri datang dari konsumen. “Khususnya untuk SHD, konsumen yang diluar pulau tuh banyak kirim motor, mereka mudik atau motor dibawa dengan bus bisa. Pengusaha bus kadang berpikir untuk bawa kargo, dan ini lebih menguntungkan buat mereka,” kata Quanmo, Marketing Manager Bus, PT Adiputro Wirasejati.
“Dua bus ini varian baru, untuk kelas Jetbus SHD harus di atas sasis 18 ton, jadi bodi memang lebih tinggi, bagasi bisa masuk sepeda motor. Kalau yang Jetbus SDD, itu dua lantai, itu harus dibangun di atas sasis 25 ton,” imbuhnya.
Sopir pun tak perlu secapek mengemudi bus reguler lain karena bus premium berkapasitas 12.000 CC itu memakai sistem triptonik, yaitu bisa pakai persneling otomatis atau manual tergantung pilihannya, bahkan dilengkapi fasilitas auto speed, yakni mode di mana sopir menentukan sekaligus menyetel kecepatan rata-rata yang diinginkan sehingga bus tetap melaju meski pedal gas tidak diinjak.
Bus yang dibanderol seharga 2,5 Milyar dilengkapi sofa mirip ruang tamu, disampingnya tersedia mesin pembuat coffee.