“Harta yang paling berharga adalah keluarga, Istana yang paling indah adalah keluarga, Puisi yang paling bermakna adalah keluarga, Mutiara tiada tara adalah keluarga”
Pernah dengar lirik lagu diatas? Buat saya pribadi lirik lagu itu begitu dalam dan mengena. Saya percaya jika setiap orang memiliki jawaban yang sama, ketika ada yang bertanya apa makna keluarga. Untuk saya pribadi, keluarga adalah segalanya, keluarga adalah kumpulan orang-orang yang saling mengasihi satu sama lain, saling menghormati, saling mendukung.
Hari ini saya ingin menyampaikan sujud syukurku pada Sang Pencipta atas keluarga yang begitu lengkap, suami yang luar biasa, ketiga buah hati yang begitu istimewa. Mereka adalah permata yang sudah di anugrahkan untuk mewarnai perjalanan hidupku.
Hari ini untuk sahabat stemian semua saya ingin membagikan sedikit keseharianku bersama mereka yang kukasihi. Sebagai seorang Ibu, hidupku menjadi berwarna dengan kehadiran ketiga buah hati yang di titipkan Sang pencipta kepada keluarga kecilku. Sehari-hari waktuku lebih banyak di rumah, selain untuk mengurus rumah tangga, dan beberapa pekerjaan yang kukerjakan dari rumah, bermain dan belajar adalah satu agenda rutinku bersama ketiga buah hatiku yang kesemuanya tidak mengenyam pendidikan formal di sekolah, seperti kebanyakan anak lain.
Saya dan suami bersepakat untuk menjadi guru untuk ketiga buah hati kami. Ya, kami memang bersepakat untuk mendidik kesemua anak kami ini di rumah. Bahkan putriku yang ketiga sedari kecil sudah tidak mengenyam pendidikan formal di sekolah, karena memang keinginannya sendiri untuk tidak bersekolah secara formal. Dan homeschooling menjadi pilihan keluarga kami.
Ketiga buah hatiku, Salma, Nabila, Anis
Saya percaya setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Meski tidak bersekolah secara formal, saya selalu berusaha untuk memberikan pendidikan terbaik untuk ketiga buah hatiku, karena sejatinya belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dan kami memulainya di dalam keluarga. Ada kalanya sebagai orang tua kami bertindak sebagai guru, namun tak jarang kami juga belajar banyak dari anak-anak.
Senyum mereka adalah penawar setiap letihku
Karena ketiganya tidak bersekolah secara formal, saya merasakan begitu banyak waktu yang kami (saya dan suami) miliki bersama anak-anak. Kebersamaan yang terus terjaga inilah yang semakin hari semakin menumbuhkan ikatan kami sebagai satu kesatuan. Sedari kecil, anak-anak sudah terbiasa dengan hal-hal yang dapat menumbuhkan kedekatan, saling terbuka satu sama lain, saling menghormati satu sama lain. Sehingga bisa di bilang, keluarga kami selalu rukun satu dengan yang lain, bahkan tak ada jarak apapun.
kedua malaikat kecilku yang semakin beranjak dewasa
Di dalam keluarga, kami memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sudah kami tanamkan sedari anak-anak kecil. Kebiasaan untuk salim (cium tangan) dan cipika cipiki ketika hendak bepergian keluar rumah, yang hingga kini masih tetap dilakukan meski mereka semakin dewasa.
Kebiasaan untuk selalu makan bersama di pagi, siang dan malam hari. Mungkin bagi sebagian orang, kebiasaan ini terlihat sepele hanya makan bersama. Tapi dari kebiasaan makan bersama inilah, komunikasi kami satu sama lain dapat terbangun dengan suasana yang memang santai.
Tanpa kusadari sang waktu berjalan begitu cepat. Dan kini ketiga buah hatiku semakin beranjak dewasa. Masih banyak mimpi yang ingin mereka capai. Semakin sibuk mereka dengan kegiatannya masing-masing. Namun tak pernah sedikitpun mereka melupakan keluarga,tak pernah sedikitpun waktu bersama keluarga yang terabaikan. Kami semua menyadari bahwa keluarga tetaplah yang utama, keluarga tetap menjadi prioritas.
Ketiga buah hatiku yang semakin beranjak dewasa
Sejauh apapun kita melangkah, seberapa lama kita pergi, keluargalah alasan terbesar kita selalu rindu untuk pulang
Terima kasih kepada Komunitas Steemit Indonesia dan Terima kasih kepada para Qurator Indonesia
Salam hangat