Sekarang kita sama-sama menunggu ledakan emosi.
semua karena gengsi.
semua karena egois
sementar ini tak boleh terjadi.
ingatkah engkau akan asa yang terpatri di hari itu
tentang cinta yang kau tuangkan dalam secarik kertas.
ingat kah engkau ketika memutuskan memilih aku sebagai asa mu.
ingat kah akan asa KITA?
semua semakin menjadi-jadi setelah bertahun bertemu tuan rumah seperti sang raja yang meraja di hari kerjaan seakan ini adalah mahkota raja.
semua semakin terkuras berkurang sekarang dan seakan ini tak terarah,
mari ingat asa kita kala itu kalau kita masih akan memulai,
masa itu aku dan kau masih sama sama punya rasa tentang asa itu,
namun sekarang kau berpaling entah kemana....
kembali lah asa.
ingatkanlah wahai asa
asa rasuki tubuhnya agar keegosisannya hilang.
asa dekap kami.
atau kau pergi saja dari tubuhku jika dia tidak memiliki asa yang sama seperti yang kumiliki.
By. @putribalqis