Hello steemians....
Selamat beristirahat di malam yang tenang penuh kedamaian. Dalam kesunyian malam ini saya ingin menggoreskan beberapa bait kata dari kejadian yang saya alami beberapa hari yang lalu. Acara yang sangat sakral bagi dua anak manusia dalam menjalani kehidupan berumah tangga yaitu peresmian pesta perkawinan.
Acara peresmian pesta perkawinan ini berlangsung di rumah mempelai pria atau dalam bahasa Aceh "Preh Dara Baroe".
Keluarga dari mempelai pria atau linto Baro akan menyiapkan pelaminan dan jamuan istimewa kepada keluarga dari mempelai wanita.
Para perangkat desa yang terdiri dari kepala desa, Tengku imum, dan para tetua adat akan menunggu para perangkat desa dari mempelai wanita. Mereka saling memberikan wejangan untuk kedua mempelai ini dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.
Peresmian Pesta Perkawinan ini juga diselingi dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, qasidah, dan nasyid. Mereka di undang langsung oleh pihak tuan rumah.
Meja kado dari para undangan disediakan khusus yang ditemani oleh para dara Gampong yang cantik-cantik.
Para tamu undangan terus berdatangan dalam menghadiri undangan dari tuan rumah. Ketika saya tiba di acara peresmian pesta perkawinan ini pengantin wanita belum tiba ditempat acara peresmian ini. Inilah goresan singkat semoga ada maknanya. Terimakasih.....