Ramadhan telah tiba, gembira rasa hati mengingat masih diberikan keberkahan umur untuk tahun ini. Saya jadiningat dengan sebuah hadist, Rasul Bersabda, Barangsiapa yang gembira dengan masuknya bulan ramadhan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga.
Saya mengajak keluarga untuk jalan-jalan ke keude Beurghang tadi sore. Waw, ternyata jalannya macet di perempatan Cot Setoi dan Kersek. Jalan-jalan disesaki oleh para pemburu takjil yang tak putus-putus. Pedagang dadakan pun sesak memadati pinggiran jalan, seakan-akan mereka berlomba menyajikan target nafsu para pembuka puasa untuk memilih dagangannya. Tampilan demi tampilan kue mereka memang sih menggugah selera, akhirnya saya berhenti untuk membelikan es teler didepan rak mie Amir. Minuman primadona bulan puasa disamping cindoi yang membuat adem kerongkongan saat berbuka.
Bukan takjil saja yang menggerakkan saya untuk jalan-jalan. Tahin ini kami panen raya, jadi kami menerima banyak zakat dari petani gampong. Saya ingin semua beras itu tersimpan rapi. Maka oleh karena iti saya ingin membelikan kom breuh, sebuah wadah penyimpanan beras besar yang dijual di pecah belah. Toko Pak Suh menjadi langganan tetap saya tuju, dan akhirnya saya mendapatkan apa yang saya beli beserta gelas besar dan pengeruk timun untuk kebutuhan sehari-hari bulan puasa.