Sakapol berangkat ke Lombok, katanya ada meeting di sana. Entah apa maksud dari meeting yang diucapkan Sakapol. Terpenting, inilah pengalaman pertama Sakapol terbang bersama burung besi yang super cepat.
Sakapol tidak berangkat sendirian. Ia diajak oleh seorang teman lama yang baik hati. Sakapol sudah ditanggung beres. Ia hanya butuh sehat untuk berangkat ke Lombok. Ali dan Abu yang mengetahui keberangkatan itu, hanya bisa memesan sepasang baju kaos yang bertuliskan I Love Lombok. Mereka tidak meminta lebih.
Tepat pukul 10.00 pagi, tibalah Sakapol di bandara keberangkatan. Antara takut dan senang, kedua rasa itu mulai bercampur seperti jus yang siap diminum. Awak kabin pesawat mulai memberikan simulasi keselamatan, Sakapol tak berani melihat, meskipun ia sadar bahwa sang pramugari semua mirip artis.
Di atas laut pulau Sumatra, Sakapol tak sengaja mengeluarkan kentut di dalam burung besi. Perutnya mulas, mungkin ia belum beradaptasi dengan penerbangan udara.
Untung saja kentutnya tidak sempat berbunyi (hanya berdering). Dan kebetulan lampu burung besi remang-remang. Jadi, tak ada seorang pun dari penumpang yang mengetahui siapa pemilik kentut itu. Sakapol aman, meskipun ia sempat mencium aromanya sendiri.
Pukul 20.30 WITA, Sakapol mendarat di Lombok International Airport. Besok pagi, ia akan membuktikan kata meeting-nya itu.