PayDay Sale 25 September: Saat Performa Shopee Affiliate Tiba-Tiba Melonjak

Words
938
Reading
5 min
Listen
Play
6h

Setelah beberapa hari mencatat perjalanan bermain Shopee Affiliate Video, saya kembali melihat laporan performa pada 25 September 2026.

Kali ini ada sesuatu yang cukup menarik.

Tanggal 25 adalah momen PayDay Sale, dan efeknya cukup terasa pada hasil penjualan. Kalau dibandingkan dengan catatan saya sebelumnya pada 22 dan 23 September, ada beberapa angka yang mengalami lonjakan cukup besar.

Yang paling mencolok adalah jumlah produk terjual, nilai penjualan/GMV, dan komisi kotor.

Dari 22, 23, lalu 25 September

Supaya lebih mudah melihat perbedaannya, saya rangkum tiga hari tersebut.

Metrik 22 Sept 23 Sept 25 Sept
Video berpendapatan 8 5 7
Ditonton 53,4 ribu 29,8 ribu 39,7 ribu
Rata-rata durasi 1:29 1:12 1:04
Klik 419 447 455
Pesanan 24 13 23
Produk terjual 36 20 78
Penjualan/GMV Rp1,2 juta Rp771,4 ribu Rp1,4 juta
Komisi kotor Rp47,2 ribu Rp44,1 ribu Rp58,7 ribu
Pembeli 24 13 19

Dari tabel tersebut, ada satu hal yang langsung menarik perhatian saya:

Pada 25 September, produk terjual mencapai 78.

Padahal pada 22 September hanya 36 produk dan pada 23 September 20 produk.

Jadi jumlah produk yang terjual pada 25 September lebih dari dua kali lipat dibanding 22 September, bahkan hampir empat kali lipat dibanding 23 September.

⸻

GMV Naik, Komisi Juga Ikut Terdorong

Pada 25 September, nilai penjualan yang tercatat mencapai sekitar:

Rp1,4 juta

Bandingkan dengan:

22 September: Rp1,2 juta
23 September: Rp771,4 ribu
25 September: Rp1,4 juta

Kalau dibandingkan dengan 23 September, nilai penjualannya meningkat sekitar 81%.

Sementara jika dibandingkan dengan 22 September, naik sekitar 17%.

Tetapi yang lebih menarik bagi saya justru komisinya.

Pada 25 September, tercatat:

Komisi kotor: Rp58,7 ribu

Sebelumnya:

22 September → Rp47,2 ribu
23 September → Rp44,1 ribu
25 September → Rp58,7 ribu

Jadi dibandingkan 23 September, komisi kotor meningkat sekitar 33%.

Dan dibandingkan 22 September, meningkat sekitar 24%.

Tentu ini adalah komisi kotor yang ditampilkan di laporan, bukan berarti seluruh angka tersebut pasti menjadi penghasilan bersih setelah seluruh proses penyesuaian platform.

⸻

Yang Paling Mengejutkan: 78 Produk Terjual

Inilah bagian yang membuat saya cukup memperhatikan laporan tanggal 25.

Pesanannya tercatat:

23 pesanan

Tetapi produknya:

78 produk terjual.

Artinya, rata-rata jumlah produk per pesanan sekitar 3,4 produk.

Ini jauh berbeda dengan dua laporan sebelumnya.

Pada 22 September:

36 produk / 24 pesanan ≈ 1,5 produk per pesanan

Pada 23 September:

20 produk / 13 pesanan ≈ 1,5 produk per pesanan

Sedangkan 25 September:

78 produk / 23 pesanan ≈ 3,4 produk per pesanan

Jadi lonjakan GMV pada tanggal 25 bukan hanya karena jumlah pesanannya meningkat.

Jumlah produk dalam setiap pesanan juga jauh lebih besar.

Dan menurut saya, ini salah satu hal menarik dari momentum PayDay Sale.

⸻

Views Tidak Harus Paling Tinggi untuk Menghasilkan Penjualan

Ada hal lain yang menarik.

Pada 22 September, video saya ditonton sekitar:

53,4 ribu kali.

Sedangkan pada 25 September:

39,7 ribu kali.

Artinya, views tanggal 25 sebenarnya masih lebih rendah daripada tanggal 22.

Tetapi nilai penjualannya justru:

22 September → Rp1,2 juta
25 September → Rp1,4 juta

Begitu juga dengan produk terjual:

22 September → 36 produk
25 September → 78 produk

Ini semakin memperkuat pelajaran yang saya dapat selama bermain affiliate:

Jumlah views tidak selalu berjalan lurus dengan jumlah penjualan.

Yang jauh lebih penting adalah apakah orang yang melihat video tersebut memang sedang tertarik atau membutuhkan produk yang ditawarkan.

⸻

Klik Bahkan Mencapai 455

Tanggal 25 September juga mencatat:

455 klik.

Ini merupakan angka klik tertinggi dari tiga laporan yang saya catat:

22 September → 419 klik
23 September → 447 klik
25 September → 455 klik

Padahal jumlah views 25 September masih di bawah 22 September.

Jadi secara sederhana, saya melihat adanya perubahan kualitas traffic.

Bukan hanya berapa banyak orang yang melihat video, tetapi berapa banyak yang kemudian tertarik untuk membuka produk.

⸻

PayDay Sale Memang Terasa di Angka

Dari laporan ini saya tidak ingin mengatakan bahwa semua kenaikan tersebut semata-mata disebabkan oleh PayDay Sale, karena ada banyak faktor yang bisa memengaruhi penjualan.

Namun dari pengalaman saya sendiri, tanggal 25 September memang bertepatan dengan momentum PayDay Sale, dan laporan performanya menunjukkan lonjakan yang cukup jelas pada beberapa metrik transaksi.

Terutama:

20 → 78 produk terjual

Rp771,4 ribu → Rp1,4 juta GMV

Rp44,1 ribu → Rp58,7 ribu komisi kotor

Angka-angka tersebut membuat saya semakin tertarik memperhatikan momentum tanggal-tanggal promo.

⸻

Dari Sini Saya Belajar Satu Hal

Menjadi affiliate ternyata bukan sekadar membuat video sebanyak mungkin.

Kita juga perlu memahami momentum.

Ada hari biasa.

Ada hari ketika traffic meningkat.

Ada tanggal promo.

Ada PayDay.

Ada campaign tertentu.

Dan perilaku pembeli bisa berbeda pada masing-masing momentum tersebut.

Karena itu, membuat konten setiap hari bagi saya bukan hanya soal mengejar jumlah video.

Saya juga sedang belajar melihat:

Kapan orang lebih aktif membeli?

Produk seperti apa yang bergerak saat promo?

Apakah views berubah menjadi klik?

Apakah klik berubah menjadi pesanan?

Dan yang tidak kalah penting:

berapa produk yang sebenarnya dibeli dalam satu pesanan?

⸻

Catatan Perjalanan Affiliate Saya

Kalau saya tarik garis dari postingan-postingan sebelumnya, perjalanan ini cukup menarik.

Saya memulai dengan rutinitas membuat setidaknya 7 video affiliate setiap hari.

Kemudian mulai melihat laporan performanya.

22 September memberikan sekitar Rp1,2 juta penjualan dan Rp47,2 ribu komisi kotor.

23 September turun menjadi sekitar Rp771,4 ribu penjualan dan Rp44,1 ribu komisi kotor.

Lalu datang 25 September, bertepatan dengan momentum PayDay Sale.

Hasilnya:

Rp1,4 juta GMV

78 produk terjual

Rp58,7 ribu komisi kotor

Bagi saya, angka tersebut bukan sekadar hasil akhir.

Ini adalah data yang bisa digunakan untuk belajar.

Karena semakin lama bermain affiliate, saya semakin sadar bahwa pekerjaan ini bukan hanya membuat video dan menunggu komisi.

Ada proses membaca data, mencoba produk, membuat konten, mengamati perilaku penonton, kemudian mengulanginya lagi.

Hari ini belajar dari angka.
Besok bikin video lagi.

Begitulah perjalanan saya bermain Shopee Affiliate Video.

PayDay Sale 25 September: Saat Performa Shopee Affiliate Tiba-Tiba ... | Ecency