Di dalam kuah beulangong yang dipawangi oleh Abu Rimba rupanya terdapat sebuah hak wali yang hanya boleh dimakan oleh orang-orang tertentu.
Tampilan hak wali ini sangat mengganggu selera. Abu Rimba akan menyerahkannya kepada yang berhak.
Pada masyarakat desa Kumoto, kepala kambing yang dimasak bersama dalam kuah beulangong dianggap sebagai hak wali. Jadi wali yang dimaksud adalah ahli famili yang melaksanakan kenduri.
Abu Rimba sangat bijaksana dalam menyikapi hal ini. Meskipun beliau sebagai pang beulangong, namun yang namanya hak wali tetap akan diselamatkan terlebih dahulu.
Jika ada yang macam-macam, akan geuseukoek ngen aweuk.