Pada masanya, Abu tetap manjadi yang terbaik dalam menghadapi urusan ngidam (keinginan seseorang untuk mengecap sesuatu pada keadaan tertentu).
Beliau lihai dalam membaca keadaan, sehingga beberapa ibu yang hamil muda saat itu akan senantiasa memesan jambu dari Abu. Beruntung saja, beliau memiliki sepetak kebun yang ditumbuhi beberapa jenis pohon jambu.
"Keinginan itu harus segera terpenuhi dalam keadaan apa pun." Kata seorang calon ayah kepada Abu ketika berada di atas pohon jambu.
"Tak kenal badai, tak peduli hujan dan petir, tak mau tahu tentang malam Jumat, yang penting ngidam terpenuhi bagaimanapun caranya." Tegas calon ayah lagi.
Abu tersenyum halus, beliau sangat mengerti tentang kondisi calon ayah yang sedang memetik jambu miliknya. Abu berhasil memahami bahwa ngidam harus terbayar lunas tanpa kredit-kreditur.
Abu bangga pada calon ayah tersebut. Beliau memberikan bonus kelapa muda versi petikannya sendiri yang bebas biaya pajak.